Ayatullah Khamenei Kecam Penistaan Nabi di Prancis dan Nyatakan Pilpres AS Tak Pengaruhi Iran

0
82

Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khemenei mengutuk penistaan Nabi Muhammad saw di Prancis, dan memastikan bahwa pilpres AS “tidak akan pernah mempengaruhi” kebijakan politik Iran terhadap AS.

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi dalam rangka peringatan Maulid Nabi saw dan Milad Imam Jakfar Al-Shadiq ra, Selasa 17 Rabiul Awall 1442 H  (3/11/2020), Ayatullah Khamenei memuji gelombang protes umat Islam terhadap penistaan Nabi saw dan pembelaan Prancis atas penistaan itu.

Dia menilai penistaan itu sebagai babak baru permusuhan imperialis dan Zionis terhadap Islam.

Ayatullah Ali Khamenei menjelaskan bahwa kasus itu bukan sebatas penyimpangan oknum seniman, melainkan ada tangan terselubung di baliknya.

Dia menyoal, “Mengapa kita sampai melihat presiden, negara, dan berbagai negara lain berdiri di satu barisan membela pembuatan karikatur itu? Jelas bahwa ada perencanaan di balik kasus ini. Ini adalah kasus politik; suatu negara membela perbuatan kasar.”

Dia menyinggung bahwa Prancis yang membela penistaan dengan dalih HAM dan kebebasan berekspresi adalah negara yang menampung dan melindungi para teroris terbengis di dunia, termasuk teroris yang di Iran telah membunuh presiden, perdana menteri, kepala kehakiman serta 17,000 orang lain yang tak berdosa.

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei memastikan bahwa pilpres AS tidak akan pernah mempengaruhi kebijakan politik Iran.

“Siapapun yang menjadi presiden AS tidak akan pernah berpengaruh pada kebijakan kami, apa yang menjadi perhatian kami adalah politik di negara ini. Sebagian orang berdebat mengenai apa yang akan terjadi jika ini atau itu menang. Ya, beberapa peristiwa mungkin saja terjadi, tapi itu tidak akan pernah menjadi perhatian kami. Kebijakan kami sudah diperhitungkan, jelas, dan tidak akan terpengaruh oleh datang dan perginya orang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “AS telah mengeluarkan keputusan-keputusan yang memusuhi Iran tak lama setelah republik Islam terbentuk di negara ini, menggerakkan dan menyokong para teroris terhadap kami… Kebijakan Republik Islam sudah jelas, dan tidak akan pernah berubah lantaran pergantian pemimpin di Amerika.”

Dia juga menyebutkkan bahwa AS memusuhi Iran karena Iran pantang tunduk kepada kebijakan AS di Timteng, terutama dalam isu Palestina.

“Mereka (AS) menerima rezim-rezim yang menyerah kepada mereka dan menerima persyaratan mereka, sedangkan kebijakan Teheran terhadap Washington tidak akan pernah berubah, terlepas dari siapa pemenang pemilu AS,” tegasnya.

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda keturunan Nabi Muhammad saw ini juga menyinggung konflik Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia. Dia meminta supaya perang itu segera dihentikan, dan mendesak Armenia mengembalikan semua wilayah Azerbaijan yang diduduki.

Dia juga memperingatkan kepada para teroris yang terlibat perang di Karabakh untuk tidak mencoba mendekati perbatasan Iran karena pasti akan ditindak tegas oleh pasukan Iran. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

[Video]: Serangan Menerjang 6 Lokasi di Wina, Sejumlah Orang Tewas

Iran Sinyalir Kemungkinan Keberadaan Israel dalam Konflik Karabakh

DISKUSI: