Brigade Hizbullah Irak Siap Hentikan Operasi Anti-AS dengan Syarat

0
678

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Brigade Hizbullah Irak menyatakan pihaknya siap menghentikan operasi anti “pasukan musuh”, frasa yang mengacu kepada pasukan AS yang bercokol di Irak, dengan syarat.

Pemimpin Brigade Hizbullah Abu Ahmad al-Basri dalam keterangan persnya, Selasa (7/4/2020), menyatakan, “Para komandan kami telah memberitahu kami kontinyuitas  kesiagaan untuk operasi-operasi strategis anti pasukan agresor dan pemantauan terhadap pergerakan mereka.”

Dia menambahkan, “Operasi-operasi anti-pasukan musuh dihentikan selagi mereka terus menarik diri dari negeri kami.”

Sehari sebelumnya, juru bicara Brigade Hizbullah Irak Abu Ali al-Askari memublikasi kalimat yang terdiri atas tiga kata bahasa Inggris; “USA The End” (AS Tamat).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Selasa, mengungkap perundingannya dengan pemerintah Irak mengenai keberadaan pasukan AS di Negeri 1001 Malam tersebut.

“Persoalan-persoalan strategis akan dibahas dalam perundingan dengan pemerintah Irak, termasuk masa depan keberadaan militer AS yang bekerja di sana.”

Dia menambahkan, “AS siap bekerjasama dengan siapapun perdana menteri yang melayani kepentingan rakyat Irak.”

Baca: Sejumlah Roket Hantam Daerah Kaya Minyak di Irak Selatan

Pompeo juga mengatakan bahwa Washington mengusulkan perundingan AS dengan pemerintah Irak pada pertengahan Juni mendatang di tengah merebaknya wabah COVID-19.

Dia juga menekan bahwa wabah ini jangan sampai membatasi kemampuan dalam apa yang disebutnya perang melawan kelompok teroris ISIS di Irak.

Baca: Parlemen Irak Sebut Cengkeraman AS di Irak Mulai Melemah

Maret lalu, pasukan Irak secara resmi mengambil alih pangkalan militer Al-Qaim di wilayah perbatasan negara ini dengan Suriah, setelah pasukan koalisi internasional pimpinan AS keluar pangkalan itu.

Pada bulan yang sama, pasukan koalisi internasional mengumumkan penarikan pasukan mereka dari pangkalan udara Qayyarah di selatan Mosul, Irak utara, dan menyerahkannya kepada pasukan Irak. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS: