Bolton: Kubu Oposisi Iran Dipersanjatai dari Kurdistan Irak

0
303

Washington, LiputanIslam.com   Mantan penasihat keamanan nasional AS John Bolton mengatakan kelompok-kelompok subversif di Iran, yang dia sebut sebagai oposisi, dipersenjatai dengan senjata yang disita dari pasukan relawan Basij dan didatangkan dari Kurdistan Irak.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TV BBC Persia yang berbasis di London, Bolton, yang mempelopori kebijakan AS anti-Iran di masa kepresidenan Donald Trump, berharap aksi protes di Iran, yang dipicu oleh kematian seorang wanita muda Mahsa Amini dalam tahanan polisi, akan mengarah pada “perubahan rezim”.

Dia membandingkan gelombang protes di Iran tahun 2009 setelah kemenangan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam pilpres dengan gelombang protes dan kerusuhan sporadis yang terjadi belakangan ini.

Bolton menuduh pasukan keamanan Iran melakukan tindakan represif pada tahun 2009, dan mengklaim bahwa sekarang tindakan kekerasan meningkat dan meluas.

Bolton, yang terkenal dengan sikap hawkish-nya, menilai kubu oposisi Iran lebih rentan dari sebelumnya.

Dia juga mengaku telah melihat gambar pasukan Kurdi yang dilatih dan dipersenjatai di Irak, dan menyesali bahwa tidak seperti AS, Iran tidak memiliki amandemen konstitusi untuk mengeluarkan lisensi bagi rakyatnya untuk memiliki senjata.

“Jika tidak, rakyat Iran akan memiliki senjata di tangan mereka sekarang, dan ini bisa membuat perbedaan besar,” katanya.

Kerusuhan pecah di Iran pada pertengahan September setelah kematian Mahsa Amini. Wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun itu pingsan di kantor polisi di Teheran dan dinyatakan meninggal tiga hari kemudian di rumah sakit akibat penyakit yang diidapnya. Unjuk rasa dan kerusuhan kemudian terjadi akibat merebaknya rumor bahwa Amini meninggal karena dianiaya. (mm/presstv)

Baca juga:

Bocoran Suara Wartawan BBC Persia Ungkap Sejumlah Negara Inginkan Iran Terpecah dan Lemah

Iran Blak-Blakan Sebut Israel, Inggris dan Saudi Tunggangi Gelombang Kerusuhan

DISKUSI: