Berkunjung ke Teheran, Presiden Venezuela Puji Keberanian Iran dan Kutuk Kejahatan Israel

0
9

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam wawancara televisi ketika berkunjung ke Iran, Jumat (10/6), memuji keberanian Iran, mengutuk kebrutalan Rezim Zionis Israel terhadap bangsa Palestina, dan menyatakan bahwa kunjungannya ke Teheran bertujuan mengembangkan hubungan dan kerjasama negaranya dengan Iran.

“Pengiriman tanker minyak ke Venezuela dilakukan Iran ketika kami saat itu sangat memerlukan tindakan seperti ini akibat sanksi Amerika Serikat (AS), dan itu merupakan tindakan yang berani serta merupakan tantangan bagi ancaman presiden AS kala itu, Donald Trump,” ujarnya.

“Kunjungan saya ke Teheran bertujuan mengembangkan hubungan dan kerjasama dengan Iran… Harus diperkuat kerjasama antara Iran dan Venezuela di bidang petrokimia dan migas serta bidang-bidang ekonomi lain, ” lanjutnya.

Menurutnya, revolusi Islam Iran berperan di balik pendekatan antara Iran dan Venezuela, dan kini ada penerbangan mingguan antara Iran dan Venezuela, namun dia berharap ada peningkatan jumlah penerbangan tersebut, termasuk demi memudahkan kunjungan wisata antara kedua negara.

Mengenai isu Palestina dia mengatakan, “Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan, pasukan pendudukan Israel hari-hari membunuh orang Palestina, tapi dengan segala penderitaan yang dialami orang Palestina itu ada harapan akan berakhirnya penderitaan ini.”

Nicolas Maduro bersama rombongan yang terdiri atas para menteri dan pejabat di berbagai bidang termasuk pertanian, teknologi, minyak, telekomunikasi, pariwisata dan transportasi tiba di Teheran pada hari Jumat, dan djadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya di Iran, Presiden Sayid Ebrahim Raisi.

Iran dan Venezuela, yang sama-sama dikenai sanksi oleh AS, memperluas kerjasama antara keduanya sejak tahun 2020, terutama dalam proyek energi dan barter minyak, yang membantu Caracas mengurangi dampak sanksi Washington.

Pada bulan Mei, sebuah perusahaan milik negara Iran menandatangani kontrak senilai sekitar 110 juta euro untuk memperbaiki kilang minyak Venezuela dengan kapasitas 146.000 barel per hari.

Kesepakatan itu dijalin setelah belakangan ini dilakukan negosiasi di hadapan Menteri Perminyakan Iran, yang mengunjungi Venezuela awal bulan lalu dan bertemu Maduro. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Soal Nuklir, Presiden Raisi: Iran Pantang Mundur

Dibalas Telak oleh Iran, Pengadilan Yunani Lepaskan Tanker dan Kargo Minyak Iran

DISKUSI: