Berkunjung ke Rusia, Presiden Iran Pastikan Sanksi dan Intimidasi AS Tak Dapat Hentikan Kemajuan Iran

0
257

Moskow, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Ebrahim Raisi  tiba di Moskow pada hari Rabu (19/1) dalam kunjungan kenegaraan, dan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada hari yang sama.

Di awal pertemuan, Raisi menyatakan Teheran berharap dapat membangun hubungan strategis dengan Moskow, dan tidak melihat batasan untuk perluasan dan pengembangan hubungan Iran dengan Rusia.

Presiden Iran juga mengatakan bahwa dokumen kemitraan strategis dapat mengatur prospek hubungan bilateral dalam 20 tahun ke depan.

“Kami ingin meningkatkan volume hubungan perdagangan dengan Rusia, dan kami akan melakukan upaya besar dalam hal ini,” lanjutnya.

Menyinggung permusuhan Iran dengan Amerika Serikat (AS), Raisi mengatakan negaranya telah menghadapi Negeri Paman Sam itu sejak lebih dari 40 tahun silam, dan kini pemerintahannya sedang berusaha menyingkirkan sanksi terhadap Iran.

Dia memastikan ancaman dan sanksi tetap tidak akan dapat membendung progresivitas Iran.

Dia juga mengatakan, “Kami ingin meningkatkan volume hubungan perdagangan dengan Rusia, dan kami akan melakukan upaya besar dalam hal itu.”

Presiden Iran mengaku belum puas dengan tingkat perdagangan dan hubungan ekonomi antara kedua negara selama ini.

Di pihak lain, Presiden Puti mengatakan, “Meskipun kondisi sulit akibat pandemi, perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif dan tumbuh 6% pada tahun lalu.”

Dia juga mengatakan bahwa proyek bilateral besar-besaran antara kedua negara sedang berlangsung dan kedua belah pihak bekerjasama di berbagai bidang.

Putin juga menyinggung kemitraan Rusia dan Iran di Suriah dengan menyatakan bahwa dukungan Moskow dan Teheran kepada Damaskus telah membantu sepak terjang Suriah mengatasi gelombang ancaman teroris yang bukan hanya melanda Suriah, melainkan juga mengarah kepada masyarakat dunia.

“Kita bekerjasama erat di  kancah internasional.  Melalui upaya kedua negara, kita dapat membantu Suriah dalam memerangi terorisme internasional,” ungkapnya.

Putin juga menyinggung isu perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dengan mengatakan, “Di bawah perjanjian sementara, hubungan antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia berkembang, dan kami secara aktif bekerja untuk membangun basis permanen dalam bentuk zona perdagangan bebas antara Iran dan Uni Eurasia. Iran bertindak sebagai pengamat di Organisasi Organisasi Shanghai, dan saya ingin meminta pendapat Yang Mulia tentang JCPOA.”

Putin kemudian meminta Raisi untuk menyampaikan pesannya kepada Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, bahwa Putin berharap Ayatullah Khamenei tetap sehat dan berada dalam kondisi terbaik.

Sementara itu, Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian di Twitter menyebut pertemuan Raisi dan Putin sebagai perkembangan penting di mana keduanya telah bersepakat untuk membuat peta jalan berjangka panjang.

Dia menilai hubungan Teheran-Moskow mamasuki babak baru dengan jalur-jalur yang variatif dan ekselaratif, dan memastikan bahwa “dunia masa depat berputar mengitari pluralisme”. (mm/mna/alalam)

Baca juga:

Iran Buka Kembali Kantor Perwakilannya untuk OKI di Arab Saudi Setelah Enam Tahun Tutup

Komandan Pasukan Quds Iran Adakan Pembicaraan dengan Moqtada Sadr di Najaf

DISKUSI: