Ayatullah Khamenei: Imam Khomaini Buktikan Adi Daya Dapat Dilawan

0
177

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut pendiri Republik Islam Iran Almarhum Imam Khomaini sebagai sosok pemimpin yang arif dan bijaksana yang telah mempermalukan para presiden AS dan membuktikan kepada dunia bahwa negara adi daya dapat dilawan.

“Imam Khomeini membuat para pemimpin AS pada waktu itu mengakui bahwa Khomeini telah mempermalukan mereka. Imam Khomeini membuktikan bahwa adi daya dapat dikalahkan dan dihantam. Anda melihat bagaimana Uni Soviet runtuh, dan Anda dapat melihat kondisi AS sekarang,” ungkapnya dalam pidato peringatakan haul  ke- 31 Imam Khomeini yang disampaikan melalui media sosial, Rabu (3/6/2020).

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa Imam Khomeini telah merevolusi pandangan orang tentang agama, sehinggga agama yang semula dipandang sebagai urusan pribadi yang berkuatat pada shalat dan puasa akhirnya dipandang sebagai ajaran yang juga membangun peradaban, masyarakat, dan manusia,  sehingga perubahan bahkan diproduksi dalam hukum.

“Bangsa adalah ibarat lautan. Menciptakan badai di lautan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Imam Khomeini menciptakan badai di lautan bangsa Iran, mengubah bangsa Iran yang semula meninggalkan penentuan nasib sendiri menjadi bangsa yang menentukan dan berpengaruh di dunia, “ujarnya.

Menurutnya,  di era rezim Pahlevi, Iran merupakan negara meremehkan diri sendiri terutama di hadapan adi daya sehingga orang tidak menyangka rakyat Iran dapat bangkit melawan Pahlevi sekaligus kekuatan global.

“Imam Khomeini mengilhami kepercayaan ini pada rakyat… Bangsa Iran semula menganggap pemerintahan zalim sebagai sesuatu yang wajar. Imam Khomeini mengubah bangsa yang demikian ini menjadi bangsa yang menentukan tipe pemerintahan mereka sendiri. Tuntutan rakyat berkembang dari permintaan yang sepele dan terbatas menjadi tuntutan global yang besar,” terangnya.

Pemimpin Besar Iran kemudian menyinggung kerusuhan dan gelombang protes yang melanda seluruh penjuru Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh kebrutalan polisi AS terhadap seorang pria kulit hitam, George Floyd, pada pekan lalu.

“Apa yang terlihat sekarang adalah penampakan kebenaran yang selalu disembunyikan…  Ini adalah lumpur di kedalaman kolam yang sekarang muncul,”tuturnya.

Ayatullah Khamenei menilai tindakan brutal polisi AS itu sebagai cerminan karakteristik AS.

“Inilah apa yang telah dilakukan AS terhadap negara-negara yang mereka datangi seperti Afghanistan, Suriah, Irak, dan Vietnam,” imbuhnya.

Baca: IRGC: AS Membekali dan Melatih Teroris untuk Melawan Iran

Dia menegaskan bahwa slogan rakyat AS sekarang yang berbunyi “aku tidak dapat bernafas” merupakan ungkapan yang sudah lama dipekikkan oleh semua bangsa yang ditindas oleh AS, dan negara adi daya ini terjerumus pada aib akibat perilakunya sendiri.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung ketidak becusan pemerintah AS dalam penanggulangan dampak wabah virus corona (Covid-19).

Baca: Iran Berencana Orbitkan Satelit pada Ketinggian 1000 km

“Meskipun AS terinfeksi virus lebih lambat dari yang lain, para pejabat AS gagal memanfaatkan pengalaman negara lain, dan akibatnya berkali-kali lebih fatal,” ungkap Ayatullah Khamenei.

Tokoh nomor wahid di Iran ini  juga menyatakan bahwa AS bersimbah kejahatan tapi selalu saja berlagak peduli HAM, karena itu wajar jika rakyat AS merasa malu atas pemerintahnya. (mm/fna)

DISKUSI: