AS Resmi Hapus Ansarullah dari Daftar Organisasi Teroris

0
196

Washington, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) secara resmi telah menghapus nama gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman dari daftar organisasi teroris.

Website Kementerian Keuangan AS, Selasa (16/2), melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS hari ini, 16 Februari, telah membatalkan pencantuman Ansarullah dari daftar sanksi, dan dengan demikian maka Ansarullah tidak lagi dilarang di bawah aturan sanksi terkait terorisme global dan aturan sanksi terhadap organisasi teroris, atau Keputusan Presiden Nomor 13224 sesuai dengan perubahannya.

Langkah itu dilakukan manakala pemerintahan Biden terus mengubah pendekatan AS terhadap perang di Yaman, dan pada 4 Februari mengumumkan pihaknya akan mengakhiri dukungan AS kepada operasi ofensif koalisi pimpinan Arab Saudi yang melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman pada 2015, setahun setelah Ansarullah yang berbasis di utara menguasai kota Sanaa dan Abdu-Rabbu Mansour yang meletakkan jabatannya sebagai presiden keluar dari ibu kota Yaman tersebut.

Reuters melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataannya “menyerukan kepada Ansarullah agar menghentikan gerak majunya di Ma’rib, menghentikan semua operasi militer, dan kembali ke meja perundingan”.

Di pihak lain, Ansarullah  menolak seruan AS tersebut dan kembali menuntut penghentian serangan dan blokade pasukan koalisi terhadap Yaman.

“Kami adalah pihak yang menyerukan tindakan politik yang konstruktif dan sukses usai penghentian agresi dan pemecahan blokade,” ungkap juru bicara Ansarullah Mohammad Abdul Salam di halaman Twiter-nya, Selasa.

Dia menambahkan, “Dari pengalaman kami di masa lalu, tak ada prestasi apapun bagi poses politik di bawah serangan dan blokade. Pihak agresor harus menghenikan serangan dan blokadenya, dan kamipun siap berinteraksi secara positif.” (mm/raialyoum/aljazeera)

Baca juga:

Ansarullah Rebut Pangkalan Militer Strategis di Sekitar Kota Ma’rib

Ansarullah Yaman Masih Gempur Wilayah Saudi dan Tegaskan lagi Persyaratan Damainya

DISKUSI: