AS Nyatakan akan Tetap Bertahan di Suriah dengan Dalih Memerangi ISIS

0
6

Washington, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan pihaknya akan tetap berada di Suriah dengan dalih membantu pasukan lokal (milisi Kurdi Suriah) dalam menghadapi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH).

“Saya pikir kami akan tinggal di sana selama kami tidak dapat memastikan IS sudah terbasmi,” kata Esper kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan penarikan sejumlah besar pasukan negara ini dari kawasan timur laut Suriah menyusul adanya operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi.

Namun, Kementerian Pertahanan AS Pentagon kemudian menyatakan bahwa satuan-satuan pasukan AS dalam jumlah kecil masih bertahan di selatan dan timur Suriah demi “melindungi” situs-situs minyak.

Presiden Suriah Bashar Assad beberapa hari lalu memastikan tak ada prospek bagi eksistensi militer AS di Suriah, dan memperingatkan bahwa pasukan negara arogan itu pasti mendapat perlawanan dari rakyat Suriah. Dia juga mengatakan bahwa AS menjual minyak curian dari Suriah ke Turki.

Baca: Assad: Tak Ada Prospek bagi Keberadaan AS di Suriah

Sementara itu, tentara Suriah telah mencegah patroli pasukan AS melewati jalur internasional (Hasakah – Qamishli) di Suriah timur laut, Jumat.

Baca: Assad: Amerika Jual Minyak Curian dari Suriah ke Turki

Sumber di Provinsi Hasakah mengatakan, “Personel tentara Suriah di pos pemeriksaan di sebuah desa kecil Damkhiah di sekitar kota Al-Qamishli, utara kota Al-Hasaka, telah memaksa konvoi militer pasukan pendudukan AS kembali ke tempat asalnya setelah tentara Suriah menolak mengizinkan mereka melewati jalur internasional (Hasakah – Qamishli) di gerbang selatan ke kota Qamishli.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: