AS Nyatakan Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir, Iran dan Rusia Mengaku Optimis

0
167

Washington, LiputanIslam.com –  Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) menyatakan ada kemajuan dalam perundingan nuklir Iran di Wina, Austria, sementara Iran dan Rusia mengaku optimis.

Juru bicara Kemlu AS, Ned Price, Senin (28/12), mengatakan kepada wartawan bahwa dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi beberapa kemajuan dalam pembicaraan nuklir Iran dengan sejumlah negara besar dunia tersebut, namun dia menambahkan bahwa “situasi dasar tidak berubah”.

Price juga menyebutkan bahwa terlalu dini untuk memastikan sejauh mana signifikansi kemajuan dalam perundingan yang dilanjutkan sejak Senin lalu untuk penyelematan kesepakatan nuklir tersebut.

Di pihak lain, sehari setelah perundingan itu dilanjutkan, Iran dan Rusia menyatakan optimis, sementara negosiator Eropa mengatakan perundingan berjalan terlalu lambat.

Negosiasi untuk pemulihan perjanjian 2015 dimulai pada awal tahun ini namun sempat terhenti pada Juni ketika Iran memilih pemerintahan baru. Negosiasi dilanjutkan pada akhir November dengan putaran terakhir yang berlangsung pada hari Senin lalu.

Negosiasi itu bertujuan mengembalikan AS kepada perjanjian nuklir JCPOA  (Rencana Aksi Komprhensif Bersama), yang ditinggalkannya sejak tahun 2018, dan membatasi aktivitas nuklir Iran.

“Negosiasi ini mendesak … Jelas bahwa kami mendekati titik di mana eskalasi program nuklir Iran akan sepenuhnya melubangi JCPOA,” kata perunding dari Inggris, Prancis dan Jerman dalam sebuah pernyataan.

“Itu berarti kita memiliki waktu berminggu-minggu, bukan berbulan-bulan, untuk menyimpulkan kesepakatan sebelum manfaat non-proliferasi inti JCPOA hilang,” lanjut mereka.

Selain tiga negara Eropa Inggris, Prancis dan Jerman yang disebut E3, Iran, Cina dan Rusia juga ikut serta dalam pembicaraan, sementara AS mengikutinya secara tidak langsung.

Iran menegaskan semua sanksi AS harus dicabut sebelum langkah-langkah diambil di bidang nuklir, sementara perunding Barat mengatakan langkah-langkah nuklir dan sanksi harus seimbang dalam perjanjian.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan “kesepakatan yang baik untuk semua pihak” bisa dicapai dalam waktu dekat jika pihak lain menunjukkan “itikad baik”, sementara utusan Rusia Mikhail Ulyanov menyatakan bahwa sebuah kelompok kerja membuat “kemajuan tak terbantahkan” dalam pembicaraan putaran kedelapan. (mm/alalam/france24)

Baca juga:

Iran Ungkap Perkembangan Dialognya dengan Arab Saudi

Presiden Venezuela Mengaku Kagumi Ayatullah Khamenei dan Jenderal Soleimani

DISKUSI: