Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan lebih dari 3.000 pelaut dan pasukan marinir ke Timur Tengah dengan dalih demi melindungi kapal-kapal yang melintasi jalur air utama di kawasan strategis tersebut.
Komando Pusat Angkatan Laut AS (CENTCOM), Senin (7/8), mengumumkan bahwa pasukan dari Bataan Amphibious Ready Group (ARG) dan 26th Marine Expeditionary Unit (MEU) telah tiba di Timur Tengah.
“Kapal serbu amfibi USS Bataan (LHD 50) dan kapal pendaratan dermaga USS Carter Hall (LSD 50) memasuki Laut Merah setelah transit dari Laut Mediterania melalui Terusan Suez,” ungkap CENTCOM.
“Unit Bataan ARG/MEU ke-26 membawa aset penerbangan dan angkatan laut tambahan ke wilayah ini, serta lebih banyak Marinir dan Pelaut AS, memberikan fleksibilitas dan kemampuan maritim yang lebih besar untuk Armada ke-5 AS,” lanjutnya.
Menurut CENTCOM, kapal serbu amfibi dapat membawa lebih dari dua lusin pesawat sayap putar dan sayap tetap, selain beberapa kapal pendarat amfibi.
Angkatan Laut AS mengklaim pengerahan itu dilakukan menyusul seruan Pentagon untuk pengiriman pasukan tambahan setelah “upaya baru-baru ini oleh Iran untuk merebut kapal komersial di area operasi CENTCOM.”
Angkatan Laut AS menuduh Iran “menyerang, merebut, atau berusaha merebut” hampir 20 kapal dagang berbendera internasional di kawasan itu selama dua tahun terakhir.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran selama beberapa tahun terakhir telah menggagalkan beberapa serangan terhadap kapal tanker Iran dan asing di wilayah Teluk Persia yang strategis dan laut lepas lainnya.
Angkatan Laut IRGC menyita lebih dari 50 juta liter bahan bakar selundupan, terutama diesel, dalam berbagai misi tahun lalu.
Pada bulan April, pasukan Iran menyita dua kapal tanker dalam rentang waktu seminggu di Teluk Persia dan Teluk Oman, salah satunya atas pengaduan yudisial oleh penggugat pribadi dan yang lainnya atas kecelakaan laut dengan kapal penangkap ikan Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut AS telah beberapa kali menyita kapal tanker yang dikendalikan Iran dan pengiriman minyak dalam perjalanan ke negara lain, mengutip sanksinya sendiri terhadap ekspor minyak Iran.
Iran menyatakan pihaknya memandang kapal militer AS yang mengintai di perairan Teluk Persia sebagai ancaman terhadap keamanannya dan sumber ketegangan serta ketidakstabilan di kawasan.(mm/presstv)
Baca juga: