AS Ganti Kapal Induk di Teluk, Iran Nyatakan Kontinyu Mematau Pergerakan Musuhnya

0
22

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara ini memantau segala pergerakan musuh secara kontinyu.

Dalam rapat khusus kajian mengenai anggaran Kementerian Pertahanan Iran tahun depan, Ahad (8/12/2019), Hatami mengatakan, “Kondisi kita sekarang mengharuskan keberlanjutan penguatan konstruksi pertahanan negara dengan melihat jenis ancaman.”

Dia menilai Iran sedang menghadapi serangan langsung di berbagai bidang dari musuh-musuhnya.

“Kita sekarang menghadapi perang langsung di berbagai aspek sains, ekonomi, kebudayaan, dan sosial. Seandainya daya pertahanan Republik Islam Iran tidak mencapai level ini dalam pencegahan efektif dan kekuatan maka tak syak lagi kita akan mendapat ancaman militer,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, “Melalui jangkauan informasi dan keamanannya, Angkatan Bersenjata memantau semua pergerakan musuh saat demi saat, dan sudah seharusnya kita menempatkan persenjataan dan sarana pertahanan kita pada posisi aktif melalui pengelolaan anggaran dan alokasi pertahanan sesuai ancaman dan bahaya potensial.”

Sementara itu, data satelit Eropa menunjukkan bahwa armada perang yang dipimpin kapal induk USS Harry Truman memasuki perairan Mediterania timur menuju Teluk Persia untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Baca: Ilmuwan Iran Pulang ke Negaranya dalam Pertukaran Tahanan antara Teheran dan Washington

Selain USS Harry Truman, armada ini mencakup USS Normandy dan sejumlah kapal perusak, termasuk USS Ross, dan kapal selam nuklir ofensif.

Menurut informasi resmi dari Armada Keenam Angkatan Laut AS, kapal selam nuklir Florida yang memiliki 154 rudal bersayap Tomahawk dengan jangkauan 1600 kilometer juga hadir di Mediterania timur.

Baca: Ansharullah Bantah Isu Disitanya Kapal Iran Bermuatan Komponen Rudal

Armada itu sedang bergerak menuju Teluk Persia melalui Terusan Suez untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln, yang masih berada di kawasan tersebut untuk jangka waktu yang lebih lama dari rencananya semula, yaitu enam bulan.

Harry Truman semula direncanakan dikirim ke Timur Tengah pada Oktober 2019, namun tertunda akibat masalah teknis yang serius pada jaringan listriknya.

Di tengah eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran armada perang AS yang dipimpin oleh kapal USS Abraham Lincoln memasuki perairan Teluk Persia untuk pertama kalinya pada 19 November 2019 setelah berlayar di perairan Teluk Oman dan Laut Arab selama enam bulan sejak Mei 2019. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: