Ilmuwan Iran Pulang ke Negaranya dalam Pertukaran Tahanan antara Teheran dan Washington

0
5

Teheran, LiputanIslam.com –  Ilmuwan Iran Dr. Masoud Soleimani akhirnya pulang ke Iran dan tiba telah tiba di Teheran setelah lebih dari satu tahun mendekam dalam penjara di AS.

Soleimani yang merupakan ilmuwan di bidang sel punca tiba di bandara Mehrabad, Teheran, dengan disambut oleh anggota keluarganya serta pejabat Iran pada Sabtu malam (7/12/2019) setelah dia dibebaskan oleh AS sesuai kesepakatan pertukaran tahanan.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menemani Soleimani dari Zurich, Swiss, yang menjadi tempat pelaksanaan pertukaran tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Zarif di Twitter menyatakan  bahwa ilmuwan terkemuka Iran itu, bersama dengan Xiyue Wang – seorang warga negara AS kelahiran Cina yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena melakukan kegiatan mata-mata di Iran pada tahun 2017 – telah dikirim ke Swiss dan akan “segera bergabung dengan keluarga masing-masing.”

Kepada wartawan di bandara Teheran Zarif mengaku “sangat senang karena pada Hari Pelajar Nasional, salah satu profesor dan ilmuwan terhebat di negara kita dapat pulang ke rumah.”

Zarif menjelaskan bahwa Soleimani telah “disandera” oleh pasukan Amerika selama 14 bulan “tanpa alasan.”

Menurutnya, AS telah “menangkap dosen universitas dengan 500 karya artikel ilmiah” ini setelah mengundang dan memberinya visa “untuk melakukan penelitian di lembaga sains tertinggi AS.”

Zarif menambahkan bahwa Soleimani telah berulang kali ditawari oleh AS untuk tinggal di AS daripada pulang ke Iran, tapi “profesor patriotik” ini menolaknya.

“Selama 40 tahun terakhir AS telah berusaha menghalangi kemajuan sains Iran. Tekanan maksimum AS mengejar tujuan demikian,” ujarnya.

Dia menilai prestasi bangsa Iran di bidang sains dan teknologi bangsa Iran merupakan “duri terbesar bagi mereka yang tidak menginginkan kemakmuran bangsa ini.”

Baca: AS Tuding Iran Diam-Diam Kirim Rudal Balistik ke Irak

Soleimani sendiri berkomentar bahwa prestasi Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggusarkan AS sehingga Washington sangat memusuhi Teheran.  Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Iran karena telah mengupayakan pembebasannya.

Baca: Menlu Iran: Laporan Troika Eropa kepada PBB Palsu

Di pihak lain, Presiden Donald Trump di Twitter berterima kasih kepada Teheran atas negosiasi “sangat fair” yang berbuah pembebasan seorang warga AS yang ditahan di Iran dan seorang ilmuwan Iran yang dipenjara di AS.

“Terima kasih kepada Iran atas negosiasi yang sangat adil. Lihat, kita bisa membuat kesepakatan bersama!” cuitnya.  (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS: