AS Enggan Penuhi Permintaan Turki dalam Konflik Idlib

0
135

Washington, LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan AS Pentagon mengumumkan negara ini “tidak mengambil keputusan” mengenai permintaan Turki untuk pengerahan sistem rudal Patriot di Turki di dekat perbatasan Suriah.

Pengumuman ini dinyatakan oleh juru bicara Pentagon, Rabu (26/2/2020), setelah Turki meminta pengerahan sistem Patriot di perbatasan Turki-Suriah menyusul memanasnya konflik di provinsi Idlib, Suriah.

Pada hari itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dewasa ini tidak ada sistem Patriot milik AS yang dapat digunakan oleh Turki dan bahwa problema Turki di Idlib “yang akan segera teratasi” ialah “tidak ada kemungkinan untuk menggunakan zona udara”.

Pekan lalu Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar  menyatakan bahwa eskalasi krisis di Idlib tidak akan mempengaruhi rencana Turki mengerahkan sistem pertahanan udara S-400 yang telah dibelinya dari Rusia.

Misi AS di Suriah Belum Berubah

Kepala Staf Gabungan Militer AS Mark Milley  menyatakan AS tidak bermaksud mengerahkan pasukan militer baru di dekat perbatasan Turki-Suriah.

Hal ini dia nyatakan saat menjawab pertanyaan terkait dengan anggaran pertahanan untuk 2021 di Komite Layanan Persenjataan di DPR AS, yang juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Mark Esper, Rabu.

Milley menyebutkan bahwa pasukan khusus AS menarik diri dari daerah operasi  Spring of Peace sebelum peluncurannya, dan bergerak menuju ke timur ketika angkatan bersenjata Turki memulai operasi.

Dia menambahkan, “Misi kami di Suriah belum berubah, misi kami adalah memerangi ISIS di Suriah timur. Kami tidak memiliki rencana atau niat untuk mengerahkan pasukan militer lagi di perbatasan Turki-Suriah. ”

Pada kesempatan yang sama Menteri Pertahanan AS Mark Esper menekankan bahwa misi AS sejauh ini adalah mencegah kebangkitan ISIS lagi di wilayah minyak di timur Suriah.

Baca: Tentara Suriah Rebut Lagi Kawasan Kfar Nabl dan Kuasai Separuh Provinsi Idlib

Klaim Turki Mengenai Korban Tewas dan Luka

Kementerian Pertahanan Turki menyatakan dua tentaranya tewas dan dua lainnya luka-luka terkena serangan udara di Idlib. Namun dia juga mengklaim bahwa segera setelah itu pasukan Turki segera menggempur serta “menetralkan” (membunuh – red.) dan melukai 114 tentara Suriah, menguasai tiga unit tank Suriah dan menghancurkan beberapa kendaraan tempur Suriah.

Baca: Menlu Rusia: Gencatan Senjata di Idlib Sama Dengan Menyerah Kepada Teroris

Perundingan Turki dengan Rusia

Perundingan baru antara Rusia dan Turki mengenai Idlib diadakan di Ankara, ibukota Turki, Rabu.
Kantor berita Turki, Anatolia, melaporkan bahwa perundingan itu akan dilanjutkan hari ini, Kamis.

Putaran pertama pembicaraan Rusia-Turki tentang Idlib telah berlangsung di Moskow pada tanggal 8-10 Februari, sedangkan putaran kedua juga diadakan di Moskow pada tanggal 17-18 Februari.

Perundingan antara keduanya diadakan menyusul eskalasi militer di Idlib.

(mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI: