AS Dikabarkan Enggan Menarik Pasukannya dari Irak karena Dipaksa

0
272

Baghdad, LiputanIslam.com –  Beberapa sumber di Irak mengabarkan bahwa delegasi AS di Irak menyatakan bahwa AS tidak akan menarik pasukannya dari Irak.

Menurut sumber-sumber itu, delegasi mengatakan kepada pemerintah Baghdad bahwa “karena ada keinginan dari pihak-pihak tertentu untuk memaksa Washington meninggalkan Irak makaWashington justru tidak akan menarik pasukannya keluar dari Irak”.

Sumber-sumber itu mengutip pernyataan delegasi AS bahwa AS tidak memerangi Iran namun akan membalas pada saatnya yang tepat jika kepentingan AS diserang oleh milisi Irak yang didukung Iran.

“Mulai sekarang Washington tak akan diam,” ungkap sumber-sumber itu mengutip pernyataan delegasi AS.

Koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Brett McGurk, yang memimpin delegasi AS telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dan Ketua Parlemen Irak Muhammad al-Halbousi di Baghdad, Kamis (15/7).

Kunjungan McGurk itu dilakukan satu hari setelah kedatangan seorang pejabat Iran ke Baghdad.

Ketua Parlemen Irak Muhammad al-Halbousi dan McGurk membicarakan putaran berikutnya dialog strategis antara AS dan Irak.

Kantor Halbousi menyatakan bahwa kedua belah pihak membahas perluasan kerjasama antara kedua negara, serta koordinasi keamanan di bidang memerangi terorisme, dengan memberikan dukungan logistik dan saran kepada pasukan Irak.

Sebelumnya di hari yang sama Penasihat Keamanan Nasional Irak Qassem al-Araji  menyambut McGurk dan membahas kunjungan delegasi Irak yang akan datang ke Washington dan masalah penarikan pasukan asing dari Irak.

Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Nasional Iran Mahmoud Alawi hari itu di Baghdad juga mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Irak Abdul Ghani al-Asadi.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Asadi, Alawi menekankan “pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, melalui pertukaran pengalaman dan informasi keamanan, dengan cara yang berkontribusi pada perang melawan terorisme dan narkoba serta pengamanan perbatasan bersama. ”

Sehari sebelumnya, Alawi mengadakan pertemuan dengan Halbousi di Baghdad di mana Alawi menyampaikan belasungkawa atas tragedu kebakaran Rumah Sakit Pendidikan al-Hussein di Dhi Qar, selain membahas masalah yang menjadi perhatian bersama.

Penasihat Perdana Menteri Irak Hussein Allawi Juni lalu mengatakan kepada Rudaw bahwa Al-Khadimi akan melakukan babak baru dialog strategis dengan AS yang diharapkan akan segera terjadi.

April lalu Washington setuju untuk memindahkan pasukan tempurnya yang tersisa dari Irak sembari menyatakan bahwa mereka akan beralih ke peran pelatihan dan nasihat, sehingga tinggal pembicaraan teknis untuk mengembangkan rencana penarikan tersebut, termasuk mengenai jadwalnya.

Saat ini ada sekitar 2500 tentara AS di Irak. Kelompok-kelompok relawan pejuang yang didukung Iran di Irak telah berulang kali menyerang kepentingan dan posisi AS di Irak untuk memaksa mereka angkat kaki dari negara ini. Kelompok-kelompok itu  meningkatkan serangan setelah AS membunuh komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan Jenderal Iran Qasem Soleimani di Baghdad pada tahun lalu.

Dalam peristiwa terbaru, sumber berita lokal melaporkan bahwa konvoi logistik koalisi pimpinan AS menjadi sasaran bom pinggir jalan di Nasiriyah, Irak selatan, Kamis.

Ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. (mm/fna/rudaw/mna)

Baca juga:

Iran Dilaporkan Menyeru Para Pejuang Irak Tingkatkan Serangan terhadap Pasukan AS

Atwan: Perang Gerilya untuk Usir Tentara AS Telah Dimulai

DISKUSI: