Ansarullah Yaman Kuasai Ibu Kota Provinsi Jawf

0
346

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman berhasil merebut Hazm, ibu kota Provinsi Jawf, di utara Sanaa, ibu kota Yaman. Demikian dikatakan oleh petinggi kubu loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, Ahad (1/3/2020).

Sebelumnya dilaporkan bahwa Ansarullah telah menguasai banyak bagian provinsi tersebut namun saat itu pasukan loyalis Hadi masih menguasai Hazm, yang berjarak 150 kilometer dari perbatasan Saudi.

Seorang petinggi militer kubu Hadi mengatakan, “Orang-orang Houthi menguasai kota Hazm setelah berkonfrontasi dengan pasukan pemerintah, yang terpaksa mundur menuju provinsi Ma’rib di sebelahnya.”

Sumber-sumber militer menyatakan lebih dari 30 perwira loyalis Hadi tewas dalam pertempuran selama dua hari terakhir, sementara puluhan pasukan Ansarullah juga tewas dan luka.

Sejauh ini justru belum adalah konfirmasi dari pihak Ansarullah atas laporan mengenai keberhasilannya menguasai kota Hazm.

Direktur Eksektutif Pusat Sanaa untuk Kajian Strategis, Majid al-Madzhaji, mengatakan bahwa keberhasilan Ansarullah menguasai ibu kota Jawf “bisa jadi akan mengubah jalannya perang secara keseluruhan”, karena akan membuat Provinsi Ma’rib yang kaya minyak menjadi rentan serangan dan kepungan Ansarullah.

“Houthi sekarang mengubah perimbangan kekuatan dan melakukan kemajuan tersendiri,” lanjutnya.

Baca: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Saudi di Najran

Dia menjelaskan bahwa Ansarullah kini berkesempatan menjangkau Ma’rib dari tiga arah, dan karena itu mereka bisa jadi akan segera memulai proses pengepungan jika pihak Mansoru Hadi tak dapat membalas serangan mereka.

Al-Madzhaji juga menyebut keberhasilan Ansarullah menguasai Jawf berarti keberhasilan mereka melindungi diri dari segala bentuk infiltrasi dari arah utara.

Konflik  Ansarullah melawan kubu Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah merenggut puluhan ribu jiwa yang, menurut berbagai lembaga peduli kemanusiaan, banyak di antaranya adalah warga sipil.

Pada Februari lalu UNICEF mengumumkan bahwa sebanyak 19 anak kecil dan 12 warga sipil lainnya terbunuh oleh serangan udara yang “kemungkinan besar” dilancarkan oleh jet tempur pasukan koalisi.  Serangan udara itu terjadi setelah satu jet tempur pasukan koalisi tertembak jatuh di sebuah kawasan dekat Jawf. (mm/raialyoum)

DISKUSI: