Ansarullah Yaman: Hizbullah Dobrak Blokade AS terhadap Libanon

0
310

Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala Dewan Tinggi Revolusi Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah (Houthi), Mohammad Ali Al-Houthi, menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah sedang berusaha mendobrak blokade AS terhadap Lebanon.

Pernyataan itu mengacu pada pidato Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah belum lama ini yang menyebutkan bahwa kapal tanker minyak pertama Iran akan bergerak dari Iran menuju Libanon.

Dikutip saluran Al-Masirah, Jumat (20/8), Ali Al-Houthi menyatakan bahwa suplai produk minyak ke Lebanon itu merupakan satu langkah untuk memecah blokade AS terhadap Libanon.

“Fakta Sekjen Hizbullah Lebanon telah menyatakan bahwa kapal yang membawa produk minyak untuk Lebanon menunjukkan penghormatan atas kedaulatan nasional negara ini,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pihak-pihak yang mengatakan Hizbullah tidak menghormati kedaulatan Libanon adalah mereka yang justru hanya mempertimbangkan kepentingan mereka sendiri.

Lebanon belakangan ini dilanda krisis bahan bakar, sementara sebagian kelompok politik di Lebanon dilaporkan menentang pembelian bahan bakar dari Iran.

Sekjen Hizbullah memperingatkan Israel bahwa rezim Zionis ini akan mendapat reaksi keras jika sampai terjadi serangan terhadap kapal yang membawa bahan bakar Iran ke Lebanon.

Sementara itu, media Israel menyebut pernyataan Sayid Nasrallah itu sebagai tantangan bagi AS dan Israel.

Media Israel menyatakan bahwa kapal tanker Iran itu masih lama untuk mencapai perairan Libanon, yaitu sekira dua minggu lagi, dan juga tak akan menjadi solusi jangka panjang bagi krisis di Libanon.

Namun demikian, media Israel juga menyebutkan bahwa popularitas apa yang disebutnya “Poros Syiah” akan meningkatkan di Libanon, karena para pengemudi kendaraan di Libanon tak akan berurusan dengan soal negara asal bahan bakar yang mereka perlukan. (mm/mna/tasnim)

Baca juga:

Sekjen Hizbullah Umumkan Kapal Pemuat BBM Iran Tengah Menuju Lebanon

Al-Houthi Tegaskan Komitmen untuk Bela Kaum Tertindas

 

DISKUSI: