Ansarullah: Kecamuk Perang di Ma’rib adalah Dampak Eskalasi Serangan Saudi dan Sekutunya

0
213

Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohammad Abdulsalam, menyatakan bahwa kebijakan baru pemerintah AS terkait dengan Yaman sampai sekarang tidak menghasilkan kemajuan apapun untuk meredakan perang di Yaman.

“Sikap AS tak lebih dari sebatas perkataan, dan sampai sekarang kami tak melihat kemajuan apapun. Retorika AS sampai sekarang masih berubah-ubah… Blokade (Saudi dan sekutunya terhadap Yaman) diterapkan dengan fasilitas AS, dan kami tak bisa tertipu oleh perkataan yang tak ada faktanya. Perang terhadap negara kami harus berhenti dengan penerapan di lapangan, tidak sebatas kata-kata. Pasukan agresor telah gagal secara politik dan militer serta jatuh secara kemanusiaan,” ujar Abdulsalam, Rabu (24/2).

Dia menambahkan, “Tak ada gerakan nyata untuk penghentian perang dan pencabutan blokade. Opsi militer telah dipaksakan terhadap kami. Kami masih menuntut opsi-opsi damai, dan kami terkejut dengan adanya pengumuman perang ini dari Washington.”

Abdulsalam menegaskan, “Opsi damai yang kongkret adalah penghentian agresi, bukan malah mengulurnya. Pihak lain (pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi – red.) ingin mempertahankan perang ini dan tak menerima opsi damai.”

Dia lantas menyinggung pertempuran yang kian berkecamuk di Ma’rib antara Ansarullah dan pasukan loyalis Hadi yang dibantu pasukan koalisi pimpinan Saudi.

“Apa yang terjadi di Ma’rib bukanlah peristiwa spontan, melainkan berkobar sejak awal agresi dan Ma’rib merupakan zona militer utama bagi pasukan agresor sejak awal agresi. Apa yang terjadi sekarang adalah pendirian benar (Ansarullah) dalam menghadang pasukan asing.”

Menurut Abdulsalam, pasukan koalisi menjadikan Ma’rib sebagai markas untuk menyerang Sanaa, Jawf, dan Al-Baida.

“Perlawanan terhadap agresi ini merupakan perkara prinsipal yang akan terus berlanjut. Pertempuran Ma’rib adalah balasan atas eskalasi. Pembicaraan internasional yang menyebut perang Ma’rib sebagai agresi (Ansarullah) berarti tuntutan terhadap kami untuk tidak membela diri serta membiarkan markas-markas perekrutan para takfiri bekerja secara leluasa,” pungkas Abdulsalam. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ansharullah di Ambang Kemenangan di Ma’rib

Pasukan Ansarullah Bergerak Maju ke Arah Gerbang Timur Kota Ma’rib

DISKUSI: