Ancam Iran, Israel: Kami akan Hantam Rezim yang Mendanai Terorisme

0
199

Quds, LiputanIslam.com  Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengancam Iran dengan mengaku akan menyerang pihak yang mengirim para pelaku operasi bersenjata yang menyerang Israel secara langsung.

Dalam upacara mengenang tentara Israel yang tewas dalam perang, Rabu (4/5), Bennett mengatakan,  “Kekerasan dan terorisme bukanlah fenomena alam atau takdir yang harus ditaklukkan oleh Negara Israel. Kita tidak hanya akan menyerang mereka yang menyasar kami secara langsung, melainkan juga pihak yang mengirim mereka. Yang akan membayar harganya bukan hanya yang dikirim, melainkan juga pengirimnya, bahkan jika ia berada di seribu kilometer sebelah timur dari sini.”

Dia menambahkan, “Kami melawan musuh yang kejam dan bernafsu untuk mati. Bukannya membangun kehidupan dan masa depan mereka, musuh tak segan-segan untuk menghancurkan hidup kita.”

Meski tak menyebut Iran, namun Bennet mengisyaratkan pada negara republik Islam itu dengan menyebutnya “rezim yang mendanai terorisme, rezim yang mempersenjatai terorisme, rezim yang mengeluarkan perintah untuk terorisme dan tidak bisa lagi bersembunyi, pengecut dari jauh.”

“Ia (Iran) mulai membayar harganya, yang hanya akan meningkat. Dan dalam konfrontasi berikutnya, jika itu terjadi, kami bertekad untuk mencapainya, kami siap dan terlatih, kami akan mengejutkan, bukan terkejut, dan memberikan pukulan telak dan tegas kepada musuh.”

Menyinggung perpecahan di tengah masyarakat Israel, Bennett mengatakan, “Jika tidak bersama, kita tidak akan pernah bersama. Kita ada bukan sebagai suku yang bermusuhan, melainkan sebagai bangsa yang beragam dan bersatu. Rakyat kita mendambakan persatuan. Saling ketergantungan tertanam dalam diri kita. Kita melihat ini dalam krisis, dan juga dalam kehidupan sehari-hari.”

Bennett berjanji untuk memulang mayat dua tentara dan warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza sejak agresi Israel terhadap Gaza pada tahun 2014,

“Ini adalah rotasi dan komitmen kami,” sumbarnya.

Dalam upacara di kota Quds (Yerussalem) untuk pembacaan nama-nama tentara yang tewas, Menteri Pertahanan Benny Gantz menyerukan persatuan masyarakat Israel, dan mengatakan bahwa “para pemimpin publik harus mengesampingkan perbedaan, merangkul dan mengingat para martir dan warisan mereka”.

Dalam upacara yang sama, kepala Dinas Keamanan Umum Israel Shin Bet, Ronen Bar, mengatakan, “Kita harus mengingat bahaya perpecahan, retorika kekerasan dan hasutan yang membawa kita ke jurang yang berbahaya.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Tak Ingin Main Rahasia lagi, Presiden Israel Ingin Kunjungi Saudi Terang-terangan

Rusia Nyatakan Ada Dokumentasi Video Keberadaan Pasukan Bayaran Israel di Ukraina

DISKUSI: