Amnesti Internasional Serukan Penyelidikan Segera Kejahatan Perang Israel

0
195

London, LiputanIslam.com –   Lembaga Amnesti Internasional menyerukan penyelidikan atas serangan Israel secara disengaja terhadap bangunan-bangunan sipil di Jalur Gaza sehingga berpotensi terjadi kejahatan perang yang dilakukan oleh rezim Zionis tersebut.

Lembaga non-pemerintah yang bermarkas di London, Inggris, itu dalam statemennya, Selasa (18/5), menyinggung serangan Israel yang menyasar bangunan-bangunan hunian sipil sehingga menggugurkan banyak anak kecil dan kaum perempuan serta para anggota keluarga yang sebagian di antaranya bahkan total.

Karena itu, Amnesti internasional menegaskan keharusan adanya penyelidikan terhadap serangan Israel untuk melihat potensi adanya kejahatan anti kemanusiaan dan kejahatan perang.

Wakil Ketua Kantor Regional Timteng dan Afrika Utara Amnesti Internasional Salih Hijazi menyatakan ada bukti-bukti bahwa Israel melancarkan empat operasi pemboman sengit di Jalur Gaza tanpa ada peringatan sebelumnya.

Dalam statemen tersebut Hijazi mendesak Mahkamah Pidana Internasional agar menyelidiki kasus-kasus itu sesegera mungkin.

Statemen itu menjelaskan bahwa di lokasi yang menjadi target serangan tak ada militan Gaza ketika diserang, dan bahwa Israel sengaja menyasar warga sipil beserta properti dan bangunan prasarana mereka dan melakukan kekerasan secara eksrem sehingga tergolong sebagai kejahatan perang.

Departemen Kesehatan Palestina di Gaza mencatat bahwa hingga Selasa kemarin jumlah korban gugur Palestina di Gaza akibat serangan Israel mencapai sedikitnya 213 orang, 61 di antaranya anak kecil dan 36 perempuan dewasa, sedangkan korban luka 1442 orang.

Di pihak lain, lembaga Bintang Daud Merah milik Israel menyebutkan bahwa 12 orang Israel terbunuh dan 600 lainnya luka-luka terkena serangan para pejuang Gaza.

Seperti diketahui, perang antara antara Israel dan Gaza pecah sejak tanggal 8 Mei dan dipicu oleh konfrontasi antara warga Palestina dan kaum Zionis Israel di komplek Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah di kota Quds (Yerussalem) di mana Israel melakukan beberapa tindakan untuk mengusir beberapa keluarga Palestina sehingga direaksi oleh para pejuang Gaza dengan penembakan roket ke wilayah Israel.

Pada 10 Mei pasukan Israel mulai melancarkan serangan udara secara masif ke Jalur Gaza. Mereka mengklaim telah menggempur ratusan target milik Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ). (mm/alalam)

Berita Terkait:

[Video] Roket Gaza Menghantam Gedung Apartemen Pencakar Langit di Israel

Pejabat Israel: Belum Ada Tanda Gencatan Senjata Israel dengan Gaza

DISKUSI: