Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membawa senjata kimia gas mustard dari Suriah ke Irak.

Komandan Divisi 44 al-Hashd al-Shaabi, Hamid al-Yasiri, menegaskan bahwa operasi keamanan harus segera dimulai ini di kawasan tersebut untuk membasmi anasir ISIS.

“Kawanan teroris yang ada di Jazirah al-Hidr mengancam keamanan seluruh Irak, terutama provinsi Nineveh… Seandainya divisi-divisi al-Hashd al-Shaabi tidak ada di provinsi ini maka setiap daerah di dalamnya terancam jatuh (ke tangan ISIS), tapi divisi-divisi ini memblokir daerah-daerah al-Bi’aj, al-Hidr, dan Tel Afar,” ujar al-Yasiri.

Dia menambahkan, “Anehnya, Divisi 44 al-Hashd al-Shaabi setiap hari mendapat pesan telegraf dari Badan Intelijen Nasional, Kantor Perdana Menteri dan Dinas Intelijen Negara yang menginformasikan bahwa sejumlah elemen ISIS memasuki Irak melalui Suriah.”

Menurutnya, dalam pesan telegraf itu disebutkan bahwa anasir ISIS yang masuk ke Irak dari Suriah membawa gas mustard sehingga menunjukkan bahwa komando umum Angkatan Bersenjata Irak mengetahui masalah ini, dan karena itu operasi penumpasan kawanan teroris tersebut harus dimulai.

Baca: ISIS Eksis lagi di Selatan Deir Ezzor, atau Akal-Akalan AS?

Dukungan AS kepada ISIS

Sementara itu, Jabbar al-Mamouri, kepala Persatuan Ulama Provinsi Diyala, Irak, menyinggung adanya dukungan AS kepada ISIS, dan mengatakan bahwa setelah sebagian besar komandan ISIS terbunuh dan menderita banyak kerugian di Diyala ( di bagian timur Irak dan berbatasan dengan Iran) kehadiran kelompok ini hampir sepenuhnya tergulung habis.

Namun Al-Mamouri menyayangkan bahwa ISIS ternyata kembali lagi dan memulai serangan ke berbagai daerah di provinsi Diyala hingga menjatuhkan sejumlah korban tewas dan luka, termasuk pasukan keamanan.

Baca: Militer AS Kembali Tempati Sembilan Pangkalan di Suriah

“Seandainya tidak mendapat lampu (hijau) dari AS, ISIS tidak mungkin bisa kembali. Buktinya antara lain ialah penggunaan jenis senjata yang digunakan (ISIS). Anasir ISIS menggunakan senapan-senapan modern, teropong malam, serta mendapat dukungan informasi intelijen yang membuat mereka dapat menyusup ke berbagai daerah di Diyala,” terang al-Mamouri.

Dia lantas mengingatkan bahwa dukungan AS telah membuat “ular-ular hitam” kembali berkeliaran di Diyala, “karena ISIS merupakan sebuah permainan AS yang sudah menjadi rahasia umum di mata dunia.” (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*