Damaskus, LiputanIslam.com –  Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH) muncul lagi dan menguasai beberapa daerah di Gurun Shoula di selatan kota Deir Ezzor.

Namun demikian, berbagai sumber yang mengetahui masalah ini di Suriah membantah laporan SOHR tersebut sembari menyatakan bahwa apa yang terjadi di daerah itu ialah operasi penyisiran yang dilakukan oleh tentara Suriah di kawasan Badiah yang membentang dari Shoula dan melintasi daerah Bajib di bagian selatan provinsi Deir Ezzor.

Sumber-sumber itu kepada al-Alam, Rabu (18/12/2019), menyebutkan bahwa tentara Suriah sedang melakukan operasi penyisiran reguler di jalur antara Palmyra dan Deir Al-Zour dan di kedalaman daerah Badia untuk menjaga keamanan jalan bagi para pelintas dan pengangkutan barang.

Mereka menjelaskan bahwa Shoula terletak di sekitar 22 km barat daya kota Deir Ezzor, dan merupakan salah satu gerbang terpenting kota Deir Ezzor di Badia Suriah.

Para pengamat menilai masalah ini merupakan bagian dari propaganda negatif yang digunakan oleh AS untuk membangun opini bahwa ISIS masih aktif sehingga menjadi pembenaran bagi keberadaan militer AS di kawasan tersebut.

Baca: Militer AS Kembali Tempati Sembilan Pangkalan di Suriah

Mereka menambahkan bahwa seandainya ISIS memegang kendali di sana maka berarti bahwa kawanan teroris ini telah memutus jalur Palmyra-Deir Al-Zour, dan ini tidak mungkin, sebab ISIS tidak bisa menyerang kawasan itu karena terbendung keberadaan tentara Suriah di sana.

Baca: Demi ‘Amankan’ Ladang Minyak, AS Kirim 600 Truk ke Suriah Timur

Para pengamat mengatakan bahwa apa yang dapat dilakukan ISIS ialah serangan cepat, penyergapan, dan penanaman bahan peledak dan ranjau, sedangkan serangan seperti di masa lalu tidak mungkin dapat mereka lakukan dari sudut pandang militer. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*