Ahmad Massoud Bantah Klaim Taliban Kuasai Panjshir

0
208

Ahmad Massoud

Panjshir, LiputanIslam.com –  Ahmad Massoud, komandan Front Perlawanan Nasional (NRF) yang berbasis di Panjshir, membantah klaim bahwa Taliban telah menguasai penuh wilayah Panjshir.

Ahmad Massoud menegaskan bahwa Lembah Panjshir tak akan jatuh ke tangan Taliban selagi dia masih hidup.

Bantahan atas klaim kemenangan Taliban juga ditegaskan oleh Amrullah Saleh, wapres pemerintahan terguling yang kini menjadi salah satu komandan NRF.

Kepada Tolo News, Jumat (3/9), dia yang dikabarkan kabur ke Tajikistan mengaku dirinya masih berada di Panjshir dan menyatakan bahwa pertempuran sengit antara pihaknya dan Taliban masih berkobar.

Jubir front tersebut, Fahim Dashti juga membantah dengan menegaskan, “Panjshir tetap berdiri tegak, jangan termakan propaganda, telah dikirim bala bantuan ke semua garis konfrontasi.”

Dia menyebutkan bahwa Taliban pada Kamis malam lalu menyerang Panjshir dari empat arah, tapi sanggup memasuki Panjshir.

Sebelumnya, Jubir Taliban Bilal Karimi mengklaim pihaknya telah menguasai penuh wilayah Panjshir dengan mengatakan, “Wilayah Panjshir hari ini, Jumat (3/9), telah dikuasai oleh Emirat Islam.”

Fahim Fitrat, salah seorang anggota Front Perlawanan Nasional mengatakan, “Ratusan pasukan Taliban terbunuh, terluka dan tertawan oleh pasukan Perlawanan Nasional. Puluhan sarana lapis baja mereka terbakar dan mangkrak. Mereka kehilangan banyak area di kawasan Golbahar dan Jabal al-Siraj.”

Taliban membantah banyak anggotanya yang tewas. Sebaliknya, pada Jumat malam pasukan Taliban di Ibu Kota Kabul melepaskan tembakan ke angkasa dalam rangka merayakan apa yang mereka klaim keberhasilan mereka menguasai seluruh wilayah Afghanistan, termasuk Panjshir.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mendesak kedua pihak menghentikan perang, dan berusaha mengatasi perselisihan melalui jalur dialog. (mm/alalam/fna/rt)

Baca juga:

Kubu Ahmad Massoud di Panjshir Sebut Al-Qaeda Bergabung dengan Taliban

China Serukan Penyelidikan Internasional atas Kejahatan Perang AS di Afghanistan

DISKUSI: