7 Tahun Perang Yaman, Pasukan Sanaa Sebutkan Rincian Kerugian Jiwa dan Materi Saudi dan UEA

0
202

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pasukan Yaman kubu Sanaa merilis rincian operasi serangan balasannya terhadap Arab Saudi bersandi dan tindakan militer serupa lainnya, sembari menekankan kelanjutan operasi tersebut sampai Saudi menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Yaman.

Juru bicara pasukan tersebut, Brigjen Yahya Saree, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari ibukota Sana’a, Senin (21/3), menyatakan bahwa pasukan Yaman telah membunuh dan melukai sekira “20.000 orang yang berperang untuk koalisi yang dipimpin Saudi, termasuk lebih dari 10.000 tentara Saudi, dan lebih dari 1.200 tentara Emirat (Uni Emirat Arab/UEA).”

Mengenai serangan misil kubu Sanaa, Saree  menyebutkan jumlah yang mencapai lebih dari 1.800 dengan sasaran sedikitnya 1.200 tempat konsentrasi lawan di wilayah Yaman,  sedangkan sebanyak hampir 600 misil mendarat di wilayah Saudi dan UEA.

“Kami berhasil merusak lebih dari 17.000 kendaraan, kendaraan lapis baja, pengangkut personel, tank, buldoser dan berbagai senjata yang sebagian besar didokumentasikan melalui video dan audio,” imbuhnya.

Dia menegaskan, “Tentara Yaman siap menghadapi ancaman musuh. Kami bukan Yaman yang menyerah. Kami adalah Yaman kebebasan.”

Sehari sebelumnya, Saree mengumumkan bahwa fasilitas minyak dan gas Saudi menjadi sasaran serangan drone pada Sabtu malam dan Minggu dini hari lalu dalam dua tahap.

Serangan drone pada Sabtu malam menyasar pusat distribusi komoditas minyak Jizan, sementara serangan pada Minggu dini hari menargetkan pabrik gas alam Yanbu dan fasilitas perusahaan kilang Yanbu Sinopec (YASREF). (mm/presstv)

Baca juga:

Yaman Serang Fasilitas Minyak Saudi dalam 2 Tahap

Meningkatkan Agresi dan Blokade Merupakan Tujuan Perundingan Riyadh

DISKUSI: