42 Organisasi Desak Presiden AS Jatuhkan Sanksi terhadap Bin Salman

0
93

Washington, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 42 organisasi di Amerika Serikat (AS) mendesak presiden negara ini, Joe Biden, agar menjatuhkan sanksi terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MBS),  menyusul deklasifikasi laporan intelijen AS mengenai keterlibatan MBS dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Puluhan organisasi itu menyatakan, “Presiden Biden harus menggunakan kekuasaannya untuk menjatuhkan berbagai sanksi yang tersedia di bawah Global Magnitsky Act, termasuk pembekuan aset dan larangan visa, terhadap MBS serta warga negara Saudi lainnya yang terlibat dalam pembunuhan itu. Sanksi Global Magnitsky Act juga harus diberlakukan atas kepemimpinan dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi, Dana Investasi Publik, yang memiliki maskapai penerbangan dan pesawat yang digunakan untuk mengangkut pembunuh Jamal Khashoggi antara Arab Saudi dan Turki.”

Mereka juga menegaskan, “AS juga harus mengatur ulang seluruh hubungannya dengan monarki brutal ini, dimulai dengan larangan semua penjualan senjata ke Arab Saudi. Presiden harus menuntut Arab Saudi mencabut larangan perjalanan terhadap pembela hak-hak perempuan Loujain al-Hathloul dan membebaskan serta mencabut semua tuduhan terhadap semua pembela hak-hak perempuan yang ditahan.”

Puluhan organisasi itu menegaskan bahwa Biden harus mengupayakan pembebasan tanpa syarat semua “tahanan hati nurani”, termasuk cendekiawan Muslim Salman Alodah, pekerja bantuan Abdulrahman al-Sadhan, pembela HAM Waleed Abu al-Khair, dan anggota Asosiasi Saudi untuk Hak Sipil dan Politik (ACPRA).

Menurut mereka, rezim Saudi telah menunjukkan pola pelecehan dan kerusakan yang berulang, dari pembunuhan Jamal Khashoggi hingga kejahatan perang di Yaman serta penindasan terhadap warganya sendiri yang melanggar kontrol ekspor AS.

“Kami mendesak Presiden agar menginstruksikan Biro Investigasi Federal untuk membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan Penduduk AS, seperti yang dilakukan terhadap orang Amerika lainnya yang dieksekusi di luar negeri,” lanjut mereka.

Mereka juga memperingatkan, “Penerbitan laporan Office of the Director of National Intelligence (ODNI) merupakan tindakan transparansi yang sangat disambut baik, tapi akan dianggap hampa jika tidak diikuti dengan pertanggungjawaban. Harus ada penerapan hukum yang sama untuk semua orang, tidak peduli seberapa tinggi posisi seseorang dalam pemerintahan. Sangat penting bagi pemerintah AS untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada MBS dan semua pemimpin dunia lainnya: kejahatan keji ini tidak akan dilupakan, dan akan ada keadilan. ”(mm/tna/alalam)

Baca juga:

Gedung Putih Nyatakan AS Berhak Menghukum Putra Mahkota Arab Saudi

30-an Lembaga di AS Desak Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

DISKUSI: