Taliban Tolak Berunding dengan Delegasi Pemerintah Afghanistan

0
302

 

Sumber foto: Al-Jazeera

Kabul,LiputanIslam.com—Kelompok militan Taliban telah menolak negosiasi dengan sebuah tim yang diutus oleh pemerintah Adghanistan. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Zabihullah Mujahid, jubir Taliban, seperti dikutip oleh Al-Jazeera pada Minggu (29/3).

Mujahid mengaku, kelompok mereka tidak akan bernegosiasi dengan tim utusan pemerintah Afghanistan yang beranggotakan 21 orang. Mujahid berdalih, tim itu tidak mewakili semua faksi di Afghanistan.

Dua hari sebelumnya, Menteri Perdamaian Afghanistan bersama dengan Utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, memuji keterbukaan tim yang menggabungkan banyak faksi di negara itu.

Tim ini diketuai oleh Masoom Stanekzai, mantan kepala Direktorat Keamanan Nasional dan loyalis Presiden Ashraf Ghani. Tim ini juga melibatkan beberapa politisi, mantan pejabat, dan perwakilan sipil, termasuk lima di antaranya adalah perempuan.

Baca: Reuters: Penjara-penjara AS Jadi Sarang Penyebaran Covid-19

Sebelumnya, negosiasi antara pemerintah Afghanistan dan Taliban sempat tertunda karena perselisihan kedua kubu ihwal pembebasan tahanan kemungkinan genjatan senjata sebagai syarat negosiasi lanjutan.

Mujahid mengklaim tim yang dibentuk oleh pemerintah Afghanistan telah melanggar persetujuan yang dibuat antara Taliban dan AS, karena tidak semua faksi Afghanistan setuju dengan tim tersebut.

“Untuk membuat perdamaian yang sesungguhnya, tim yang dibuat harus disetujui oleh semua faksi di Afghanistan,” ucapnya.
Merespon klaim Mujahid, Najia Anwari, jubir Kementerian Perdamaian Afghanistan, menyebut tim telah dibuat berdasarkan musyawarah antar berbagai faksi dan lapisan masyarakat Afghanistan yang berbeda.

Menurut catatan Al-Jazeera, rival politik Ghani, Abdullah masih belum mengonfirmasi persetujuannya ihwal pembentukan tim tersebut. Persetujuan Abdullah dianggap penting karena ia memilih pengaruh yang kuat di Utara dan Barat Afghanistan. (fd/Al-Jazeera)

DISKUSI: