
Kairo,LiputanIslam.com—Polisi Mesir telah membubarkan sejumlah orang di Desa dekat Delta Nil yang menolak penguburan jenazah seorang dokter yang meninggal akibat Covid-19.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan 23 orang telah ditangkap akibat insiden tersebut.
Dalam sebuah rekaman, seperti dikutip Reuters pada Minggu (12/4), lusinan orang menghadang sebuah ambulan memasuki area pemakaman desa, karena khawatir jenazah tersebut bisa menularkan virus bagi warga setempat.
Dar Al-Ifta Mesir, otoritas pusat yang bertanggung jawab mengeluarkan fatwa mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa semua korban yang meninggal akibat Covid-19 harus dihormati dan dimakamkan secara layak.
Baca juga: Jumlah Penderita COVID-19 Melonjak di Negara-Negara Arab
Seorang juru bicara kementerian kesehatan, Khaled Megahed, menyebut jenazah mereka yang terbunuh oleh COVID-19 telah dimandikan dengan hati-hati dan dimasukkan ke dalam kantong mayat tertutup agar tidak menularkan infeksi.
Sampai saat ini, totalnya kasus Covid-19 di Mesir telah mencapai 1.939 . (Fd/RT)