Seperti Indonesia, Niger Tak Kabulkan Permintaan AS terkait Snap Back

0
91

NewYork,LiputanIslam.com-Niger, yang pada bulan September menjadi Ketua Sementara Dewan Keamanan PBB, pada hari Selasa (1/9) menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan apa pun, terkait permintaan AS untuk mengaktifkan mekanisme Snap Back (pemulihan semua sanksi atas Iran).

Niger menyatakan, alasan penolakan ini adalah tidak adanya kemufakatan di antara 15 anggota Dewan Keamanan dalam masalah ini.

Menlu AS Mike Pompeo pada 20 Agustus lalu mengumumkan, Washington telah mengaktifkan pemulihan semua sanksi atas Iran dalam 30 hari ke depan. Dia mengumumkan hal ini sembari menyerahkan surat pemberitahuan kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, Pompeo mengklaim Iran telah melanggar JCPOA yang dibuat pada 2015 lalu.

Indonesia, selaku pemegang kepemimpinan Dewan Keamanan pada bulan Agustus, menyatakan, pihaknya tidak berada dalam posisi untuk mengabulkan permintaan AS. Sebab, 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan menentang pengaktifan Snap Back tersebut.

Wakil AS di PBB, Kelly Craft, gusar bukan main usai Indonesia menyatakan tidak ada kemufakatan untuk memulihkan sanksi atas Iran. Craft mengklaim, Pemerintahan Trump “tidak takut hanya memiliki sedikit pendukung dalam masalah ini”. (af/tasnim)

Baca Juga:

Indonesia Selaku Ketua DK PBB Tolak Permintaan AS Jatuhkan Kembali Sanksi terhadap Iran

AS Tuduh 4 Orang Kirim Komponen Pesawat ke Iran, 2 Orang dari Indonesia

DISKUSI: