Sejak Pemerintahan Trump, Jumlah Konstruksi Permukiman Israel Naik Hingga 25%

0
101

Sumber foto: Middle East Monitor

Tepi Barat,LiputanIslam.com—Data terbaru yang dilansir oleh pengawas permukiman Peace Now menyebut rata-rata tingkat konstruksi permukiman baru Israel di wilayah-wilayah Palestina mengalami peningkatan hingga 25%.

Lonjakan ini terjadi sejak Presiden Amerika Serikat (AS) diduduki oleh Donald Trump. Menurut Peace Now, Israel sengaja mempertahankan laju pembangunan mengingat aktivitas mereka mendapat dukungan dari pemerintahan AS.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah menyetujui rencana pembangunan ribuan rumah pada 2019 lalu. Rencana ini dianggap sebagai dasar yang memicu naiknya tingkat konstruksi di tahun-tahun mendatang.

“Menurut saya, mereka ingin mengambil keuntungan dari peluang yang ditawarkan pemerintahan Trump,” ucap peneliti Peace Now, Hagit Ofran, seperti dikutip oleh Middle East Monitor (Memo) pada Rabu (18/3).

Ofran menyebut tidak ada satu pemerintahan pun sebelumnya yang nekat memberi dukungan permukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

BacaIsrael Mata-Matai Warga Sendiri untuk Deteksi Corona

Menurut keterangan Memo, tiga perempat dari total satu juta pemukim Israel tinggal di wilayah kependudukan Tepi Barat, termasuk Yerussalem Timur. Mereka menempati lebih dari 200 permukiman yang oleh komunitas internasional dianggap sebagai permukiman ilegal.

Menurut data Peace Now, Israel mulai membangun 1.917 unit permukiman baru di Tepi Barat pada 2019 lalu. Jumlah ini memang turun jika dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 2.267 unit. Namun, jika diambil angka rata-rata sejak Donald Trump berkuasa, jumlah permukiman pertahun mencapai 2.267 unit. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan masa pemerintahan Barack Obama yang hanya mencapai 1.807 unit. (fd/Memo)

DISKUSI: