Israel Mata-Matai Warga Sendiri untuk Deteksi Corona

0
200

Tel Aviv, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel mengerahkan agen intelijen, Shin Bet, untuk memata-matai para korban infeksi virus corona di bawah operasi “kontra-terorisme”.

Dalam konferensi pers di Yerusalem al-Quds pada hari Sabtu (14/3), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut virus yang juga disebut COVID-19 itu adalah “musuh tidak terlihat.” Ia pun membenarkan bahwa akan ada pengerahan operasi siber untuk memantau orang-orang yang mungkin terinfeksi.

“Kami akan segera mulai menggunakan teknologi  digital yang telah kami gunakan untuk memerangi terorisme,” katanya.

“Selama ini, saya menghindari langkah-langkah seperti ini kepada masyarakat sipil, tapi [sekarang] tidak ada pilihan,” tambahnya.

Netanyahu mengakui bahwa tindakan ini dapat melanggar privasi. Namun, menurutnya, tindakan ini juga berguna untuk mengetahui “siapa yang berdekatan dengan mereka [korban], apa yang terjadi sebelum dan sesudah kontak, dan kita akan dapat mengisolasi virus corona.”

 

Ancaman terhadap Privasi

Mantan Menteri Urusan Militer Israel, Moshe Ya’alon, mengecam tindakan Netanyahu itu. Menurutnya, tindakan tersebut adalah “eksploitasi terhadap krisis virus corona untuk kepentingan pribadi seorang terdakwa sebelum persidangan. ”

Netanyahu memang sedang menghadapi persidangan atas tuduhan suap dan penipuan.

Ketua partai sayap kiri Israel Meretz juga menekankan bahwa langkah-langkah keamanan ini tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan parlemen dan peradilan.

“Memantau warga dengan bantuan basis data informasi dan teknologi canggih merupakan pukulan keras terhadap hak dasar atas privasi dan kebebasan,” kata Nitzan Horowitz. (ra/presstv)

DISKUSI: