Saudi Mengaku Ingin Perang di Yaman Dihentikan

0
232

Riyadh,LiputanIslam.com– Dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Arabiya Jumat (22/1), Menlu Saudi Faisal bin Farhanmengaku bahwa Koalisi yang dipimpin Saudi tidak menghalangi gencatan senjata di Yaman. Ia justru menuduh Ansharullah sebagai penghalang utama terwujudnya gencatan senjata di negara tersebut.

”Kami yakin bahwa jika Pemerintah Biden mengevaluasi kasus (perang di Yaman), ia akan melihat bahwa tujuan-tujuan Kerajaan Saudi dan Koalisi selaras dengan tujuan-tujuan Pemerintah Biden,”kata Bin Farhan.

“Kami semua berusaha menghentikan perang dan mewujudkan gencatan senjata serta proses politik. Penghalang utama adalah kelompok Houthi. Kita bisa berkoordinasi dengan Pemerintahan Biden dalam hal ini,” imbuhnya.

Menanggapi dicantumkannya Ansharullah dalam daftar terorisme oleh Washington, Bin Farhan memandang bahwa itu adalah langkah tepat.

Dua bulan lagi, agresi Koalisi Saudi ke Yaman akan memasuki tahun ke-7. Dalam rentang waktu ini, agresi tersebut hanya membuahkan skandal militer dan politik bagi Saudi, serta kehancuran bagi rakyat Yaman.

Menlu Saudi bicara soal gencatan senjata, padahal berdasarkan pengakuan Utusan Khusus PBB di Yaman, Riyadh usai Perjanjian Stockholm pada 2 tahun lalu justru menghalangi terwujudnya gencatan senjata dengan mengajukan tuntutan dan syarat yang mengada-ada. (af/fars)

Baca Juga:

Ansharullah: Griffiths adalah ‘Tukang Pos’ antara Riyadh dan Abu Dhabi

Bom Bunuh Diri Tewaskan 32 Orang di Baghdad, Salah Satu Pelakunya Orang Saudi

DISKUSI: