Saudi Disebut Pompeo “Sekutu Kunci” dalam Tekanan Maksimum atas Iran

0
53

Riyadh,LiputanIslam.com-Menlu AS Mike Pompeo pada hari Rabu (14/10) menyatakan, negaranya akan melanjutkan kampanye Tekanan Maksimum atas Iran. Dia menilai bahwa Saudi adalah sekutu kunci dalam kampanye ini.

“Hubungan AS dan Saudi adalah hubungan bersejarah dan kuat. (Donald) Trump sangat mementingkan hubungan ini,”kata Pompeo kepada stasiun televisi al-Arabiya.

Dia mengklaim bahwa Iran memberi sokongan dana dan persenjataan kepada Houthi Yaman, serta bertanggung jawab atas serangan ke fasilitas minyak Saudi. Pompeo juga mengklaim Saudi sebagai “salah satu negara progresif dalam memerangi terorisme.”

Dalam pertemuan dengan Menlu Saudi Faisal bin Farhan di Washington itu, Pompeo kembali mengulang klaim-klaim usang terkait Iran. Dia menuding Iran sebagai ancaman bagi keamanan Kawasan dan Saudi, dan merupakan pendukung utama Houthi di Yaman.

Pompeo juga menyatakan bahwa Washington mendukung “program kuat untuk menjual senjata kepada Saudi.”

“Kami berharap Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham untuk menormalisasi hubungan dengan Israel,”ujar Pompeo.

Saat menarik AS keluar dari JCPOA, Trump berkoar bisa memaksa Iran untuk berunding kembali dan membuat “kesepakatan yang lebih baik.”

Dua tahun setelah itu, Trump tidak sanggup mewujudkan sesumbarnya. Oleh karena itu, dia menjadi sasaran kritik dari banyak pihak, terutama menjelang Pilpres AS pada November mendatang.

Para pengkritik Trump menilai dirinya tidak memiliki strategi untuk menghadapi Iran, meningkatkan ketegangan yang tidak perlu dengan Teheran, dan memisahkan AS dari para sekutunya. (af/fars)

Baca Juga:

Rouhani:  “Tekanan Maksimum” terhadap Iran Berubah Menjadi “Isolasi Maksimum” bagi AS

Zarif: AS Beralih dari “Tekanan Maksimum” ke “Penipuan Maksimum”

DISKUSI: