Saudi dan UEA Mainkan Peran ‘Cakar AS-Israel’ untuk Cabik-cabik Yaman

0
337

Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua Komisi HAM Arab di Paris, Violet Dagher menyatakan, reaksi PBB terhadap masalah Yaman sangat memalukan. Menurutnya, PBB hanya mendesak diadakannya gencatan senjata, dihentikannya ketegangan di Yaman, dan dimulainya perundingan serius untuk mengatasi krisis ini, seolah tidak ada pembantain yang terjadi di sana.

Dalam wawancara dengan al-Alam, aktivis HAM asal Lebanon ini berkata,”Pembicaraan soal seruan PBB untuk menghentikan ketegangan hanya membuang-buang waktu, sebab seruan ini hanya sebuah misi Zionis Global yang memandu tindakan PBB.”

“UEA tidak menerima tanggung jawab serangan ke penjara di Saadah, sebab ia hanya alat dalam permainan ini dan bukan pengambil keputusan. Sejak tahun 2015, UEA bersama Saudi mengintervensi urusan Yaman, melakukan banyak pembantaian di sana, dan mengambil kendali pelabuhan-pelabuhan Yaman. Tentu saja ada Rezim Zionis yang berada di balik panggung semua kejahatan ini,”tutur Dagher.

“Harian Haaretz menulis bahwa sejak 2015, orang-orang Israel berada di pelabuhan-pelabuhan Yaman untuk mengontrol jalur laut negara itu. Apalagi di tengah konflik Rusia, China, dan Iran melawan AS dan Israel di Kawasan, yang terjadi demi terwujudnya tujuan militer dan ekonomi mereka.”

“Ini adalah permainan yang sangat rumit. UEA di dalamnya hanya berperan sebagai cakar kucing. UEA tidak punya kendali sendiri dan hanya sebuah cover untuk kejahatan AS dan Israel, demi menunjukkan bahwa orang-orang Arab saling membunuh. Padahal mereka sendiri (AS dan Israel) yang merancang semua ini dan dieksekusi oleh Saudi dan UEA. Apa yang berguna bagi kepentingan AS dan Israel adalah berlarut-larutnya perang demi terpenuhinya kepentingan serta jalur laut untuk mereka,”pungkas Dagher. (af/alalam)

Baca Juga:

Tentara Yaman Minta Perusahaan-perusahaan Asing Hengkang dari UEA

Hizbullah dan Faksi-Faksi Pejuang Palestina Kutuk Serangan Brutal Koalisi Arab di Yaman

DISKUSI: