Rusia: Damaskus Ditekan dengan Klaim Pilpres Suriah Tidak Sah

0
600

Damaskus,LiputanIslam.com– Kemenlu Rusia pada Jumat (30/4) membantah tudingan bahwa Pilpres Suriah tidak sah. Moskow menilai, klaim-klaim semacam ini dilontarkan guna menekan Damaskus dan mencampuri urusan domestik Suriah.

Sputnik melaporkan, Kemenlu Rusia menegaskan Pilpres di Suriah adalah topik internal yang relevan sepenuhnya dengan UUD dan Konstitusi Nasional negara tersebut.

“Sebab itu, kami menganggap klaim-klaim terbaru dari beberapa negara asing, bahwa Pilpres mendatang tidak sah, sebagai elemen tekanan politik ekstrem atas Damaskus, juga upaya lain untuk mengintervensi urusan internal Republik Arab Suriah,”demikian dinyatakan Kemenlu Rusia.

Kemenlu Rusia berharap Pilpres Suriah bisa berlangsung sesuai standar nasional dan internasional, kendati ada sejumlah negara asing yang menduduki beberapa wilayah di negara tersebut.

“Terkait permohonan dari Suriah, kami siap mengutus para pengawas Rusia untuk Pilpres mendatang,”tandas Kemenlu Rusia.

Sebelum ini, Parlemen Suriah telah menyetujui partisipasi sejumlah parlemen luar negeri untuk mengiringi penyelenggaraan Pilpres di negara itu.

Stasiun televisi Suriah, al-Ikhbariyah melaporkan, Parlemen Suriah dengan suara mayoritas telah sepakat untuk mengundang sebagian parlemen negara-negara sahabat guna mengawasi jalannya Pilpres.

Kantor berita SANA mengabarkan, parlemen-parlemen yang akan diundang sebagai pengawas adalah Aljazair, Oman, Mauritania, Rusia, Iran, Armenia, China, Venezuela, Kuba, Belarusia. Afrika Selatan, Ekuador, Nicaragua, dan Bolivia.

Presiden Suriah saat ini, Bashar Assad, pada 20 April lalu secara resmi mencalonkan diri untuk berkompetisi dalam Pilpres mendatang. (af/fars)

Baca Juga:

Mantan Menlu AS Bantah Pernyataan Kontroversial Menlu Iran Soal Serangan Israel ke Suriah

 

DISKUSI: