Mantan Menlu AS Bantah Pernyataan Kontroversial Menlu Iran Soal Serangan Israel ke Suriah

0
489

Washington, LiputanIslam.com –   Mantan Menlu AS John Kerry mengaku sama sekali tak pernah berbicara dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif soal serangan udara rahasia Israel ke Suriah, tak seperti yang dikatakan oleh Zarif dalam bocoran percakapan.

Dalam bocoran itu Zarif menyatakan Kerry ketika menjabat sebagai Menlu AS di masa kepresidenan Barack Obama telah memberitahunya bahwa Israel telah menyerang kepentingan-kepentingan Iran di Suriah sedikitnya 200 kali.

Pernyataan Zarif ini membangkitkan kontroversi di tengah kubu konservatif AS. Mereka menuduh Kerry yang kini menjabat sebagai utusan Presiden AS Joe Biden di bidang keikliman telah membocorkan rahasia Israel.

Kerry di Twitter, Senin (26/4), membantah tuduhan itu dengan menyatakan, “Ini sama sekali tak terjadi, baik ketika saya menjabat menlu maupun setelah itu.”

Kerry menanggi demikian setelah dia diserang oleh sejumlah tokoh Senator Republik.  Ted Cruz, seorang Republikan dari Texas, mengatakan bahwa jika perkataan Zarif  itu benar maka akan menjadi “bencana dan sembrono.”

Senator Dan Sullivan, seorang Republikan dari Alaska dan mantan pejabat Kemlu di masa kepresidenan George W. Bush mendesak Kerry untuk mengundurkan diri.   Sullivan mengaku “terkejut” atas tindakan Kerry “mengungkapkan rahasia salah satu sekutu permanen kami yang paling penting di kawasan kepada musuh terbuka, negara sponsor terorisme terbesar. ”

Nikki Haley, yang menjabat sebagai duta besar PBB di pemerintahan Donald Trump, di Twitter menyebut hal itu “menjijikkan”, dan menuduh Kerry “menyuap Iran”.

Dalam apa yang diklaim sebagai bocoran pembicaraan itu  Zarif mengeluhkan tentara Iran karena menyembunyikan hal-hal krusial darinya sehingga dia mengatakan,”Haruskah Kerry memberi tahu saya bahwa Israel menyerang 200 kali di Suriah?”

Juru bicara Kemlu AS Ned Price kepada wartawan mengaku tidak akan mengomentari “materi yang diduga bocor” dan tidak dapat “menjamin keaslian atau keakuratannya” atau motivasi apa yang mungkin ada di balik penyebarannya. (mm/raialyoum)

DISKUSI: