Rakyat Aljazair Tuntut Pengusiran Dubes dan Boikot Produk Prancis

0
201

Aljir,LiputanIslam.com-Dalam beberapa hari terakhir, tagar “pengusiran Dubes Prancis adalah kehendak rakyat,””boikot Prancis,” dan “boikot produk-produk Prancis” menjadi trending topic netizen di Aljazair.

Dalam beberapa hari terakhir, hubungan Prancis dengan Aljazair dari satu sisi, dan dengan Mali dari sisi lain, tengah memanas. Selasa pekan lalu, Mali memanggil Dubes Prancis untuk memprotes terhadap statemen Presiden Emmanuel Macron. Hal serupa dilakukan Aljazair beberapa hari setelahnya.

Baru-baru ini, Macron mengkritik “rezim militer-politik keras” di Aljazair, juga menilai bahwa legitimasi Pemerintah Mali saat ini tidak sah secara demokrasi.

Sambil mengungkit sejarah Prancis di Aljazair, Macron juga mengutarakan niatnya untuk “menulis ulang sejarah Aljazair dengan bahasa Arab dan Amazigh (Berber)”. Tujuannya adalah “membongkar tindakan Turki dalam menulis ulang dan menyimpangkan sejarah.”

Macron mengklaim bahwa tidak ada bangsa Aljazair sebelum penjajahan Prancis. Dia menyebut bahwa Aljazair hanya berpindah dari koloni Turki ke koloni lain.

Menyusul pernyataan kontroversial ini, Presien Aljazair Abdelmajid Tebboune menginstruksikan penutupan zona udara negaranya untuk pesawat-pesawat militer Prancis. (af/fars)

Baca Juga:

Aljazair Bantah Pasukannya Dilatih Hizbullah

Menlu Israel Cemaskan Kedekatan Iran dan Aljazair

DISKUSI: