Puluhan Warga New York Keracunan Disinfektan Akibat Anjuran Trump

0
880

New York City, LiputanIslam.com—Jumlah kasus keracunan disinfektan meninggi di New York setelah Presiden AS Donald Trump menganjurkan produk itu dapat menyembuhkan virus corona.

Badan Poison Control Center di bawah Departemen Kesehatan New York City mencatat total 30 kasus kemungkinan terpapar disinfektan antara hari Kamis (23/4) pukul 9 malam hingga Jumat pukul 3 sore.

Sembilan kasus kemungkinan terpapar Lysol, merek desinfektan AS; 10 kasus terpapar pemutih; dan 11 kasus terkait pembersih rumah.

Jumlah kasus ini lebih dari dua kali lipat jumlah kasus yang tercatat pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Tak satu pun dari para korban itu yang meninggal dunia atau membutuhkan perawatan inap.

Sebelumnya dalam sebuah pertemuan pada Kamis malam, Presiden Trump menyarankan publik untuk menyuntikkan disinfektan bagi pasien virus corona.

“Saya melihat desinfektan dapat menghancurkan [virus] dalam satu menit. Dan apakah ada cara kita bisa melakukan hal seperti itu dengan menyuntikkan ke dalam [tubuh] … karena, Anda tahu, [produk] itu masuk ke paru-paru …,”  kata sang presiden di depan wartawan.

Merespon komentar Trump itu, komisioner kesehatan New York melarang warganya untuk menyuntikkan pemutih dan desinfektan.

“Sangat jelas, desinfektan tidak dimaksudkan untuk tertelan baik melalui mulut, telinga, dengan menghirupnya – dengan cara atau bentuk apa pun. Hal itu dapat menempatkan orang pada risiko besar,” kata Dr. Oxiris Barbot.

Sementara itu, induk perusahaan yang memproduksi Lysol dan Dettol, Reckitt Benckiser, juga segera mengeluarkan pernyataan:

“Kami harus jelaskan bahwa dalam keadaan apa pun produk disinfektan kami tidak boleh dimasukkan ke dalam tubuh manusia (melalui injeksi, konsumsi, atau cata lainnya).”

Sebagai tambahan, direktur praktik farmasi dan profesor farmasi sosial dan kognitif di Universitas Reading, Parastou Donyai, menyebut komentar Trump itu mengejutkan dan tidak ilmiah. Dia pun mendesak orang-orang yang khawatir atas paparan virus corona agar mencari bantuan dokter atau apoteker yang terkualifikasi dan “tidak menerima komentar yang tidak berdasar dan spontan sebagai sebuah anjuran…” (ra/presstv)

Baca juga: Trump Sarankan Pasien Covid-19 Disuntik Disinfektan

DISKUSI: