Perundingan Riyadh, Trik Saudi untuk Selamat dari Perang Yaman

0
251

Sanaa,LiputanIslam.com-Al-Khalij al-Jadid dalam analisisnya meragukan bahwa inisiatif Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam mengadakan “perundingan damai” bisa mengakhiri perang Yaman.

Al-Khalij al-Jadid berargumen, sejak awal agresi ke Yaman, para negara Arab di Teluk Persia dan beberapa negara Barat sudah sering merencanakan proyek perdamaian, namun selalu gagal.

GCC baru-baru ini mengumumkan, pihaknya akan menjadi tuan rumah untuk perundingan antar-Yaman di Riyadh. Namun Ansharullah menegaskan, Saudi adalah dalang utama agresi ke Yaman, sehingga tidak layak menjadi penyeru perdamaian.

Perundingan ini dinilai al-Khalij al-Jadid tak lebih dari upaya untuk menyelamatkan Saudi, yang sudah terjebak selama 7 tahun terakhir di rawa Yaman. Saudi sudah kalah dalam perang Yaman, demikian kata pakar masalah Timteng asal Jerman, Guido Steinberg.

Laporan al-Khalif al-Jadid menyebutkan, sebagian estimasi menyatakan bahwa Saudi mesti mengeluarkan biaya 175 juta dolar per bulan untuk serangan udara ke Yaman. Namun majalah Times Inggris melaporkan bahwa Saudi menghabiskan 72 milyar dolar per tahun.

Sebagian estimasi lain menyebutkan, Riyadh menanggung pengeluaran senilai 230 juta dolar per bulan untuk jet-jet tempur yang digunakannya di perang Yaman.

Dengan adanya beban biaya perang besar, ditambah krisis ekonomi yang disebabkan pandemi, al-Khalij al-Jadid menilai bahwa Saudi “tengah memikirkan jalan keluar untuk selamat dari perang Yaman, namun dengan cara yang tidak membuatnya malu.” (af/fars)

Baca Juga:

Yaman Serang Fasilitas Minyak Saudi dalam 2 Tahap

Meningkatkan Agresi dan Blokade Merupakan Tujuan Perundingan Riyadh

DISKUSI: