Sumber: Presstv

Washington,Liputan Islam.com—Sekretaris Negara AS, Mike Pomeo, memberikan penjelasan yang berbeda dengan Presiden Donald Trump terkait motif pembunuhan terhadap Jenderal Qassem Soleimani.

Dalam sebuah pidato di Stanford’s Hoover Institute pada Senin (13/1) kemarin Pompeo menyebut pembunuhan Jenderal Soleimani dilakukan untuk mencegah terwujudnya strategi besar oleh Republik Islam Iran.

Padahal, beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump mengaku Jenderal Soleimani diduga akan menyerang empat kedutaan Amerika Serikat (AS) di kawasan, tanpa memberikan bukti apapun.

Pernyataan serupa juga pernah dinyatakan Pompeo beberapa saat setelah berlangsungnya serangan pada 3 Januari terhadap Jenderal Soleimani. Ia dengan tegas mengatakan bahwa Jenderal Soleimani terlibat dalam menyusun rencana serangan yang dapat mengancam nyawa warga Amerika.

Baca: Esper Ragukan Alasan Trump Bunuh Jenderal Soleimani

Jaksa Agung AS, William Barr, juga memberikan komentar semakin membuat publik bingung tentang motif AS membunuh Jenderal Soleimani. Pada satu kesempatan ia mengatakan,” Saya percaya serangan itu didasarkan atas laporan intelijen. Tapi saya lebih percaya kalau ide serangan dalam waktu dekat itu hanya semacam pengalihan isu saja,” ucap Barr dalam sebuah konferensi pers di Florida.

Sementara itu, Kepala Pentagon Mark Esper sempat menegaskan pada Minggu lalu bahwa dirinya tak melihat adanya peringatan dari intelijen terkait kemungkinan adanya serangan ke empat kedutaan AS.

Sementara itu, CNN melaporkan bahwa para pejabat departemen kenegaraan AS yang terlibat dengan keamanan di kedutaan tidak merasakan adanya ancaman terhadap empat kedutaan AS, seperti yang diklaim oleh Donald Trump. (Fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*