Penduduk Golan Tegaskan Identitas Mereka sebagai Warga Suriah

0
526

Damaskus,LiputanIslam.com-Bertepatan dengan peringatan ke-40 pencaplokan Golan, penduduk daerah tersebut merilis sebuah statemen. Dalam statemen itu. mereka menegaskan bahwa sejak awal Golan adalah bagian dari Arab dan Suriah, serta akan tetap begitu hingga selamanya.

“Kami penduduk Golan, milik Arab-Suriah yang dijajah, dalam peringatan ke-40 pencaplokan menyatakan penolakan terhadap keputusan ini dan semua aturan yang dibuat Rezim Penjajah,” demikian isi statemen tersebut.

“Kami tegaskan bahwa Golan dengan semua tanah, penduduk, air, bumi, dan langitnya adalah milik Suriah serta Arab sejak awal, dan akan terus begitu hingga selamanya. Penjajahan Israel di Golan akan musnah.”

Penduduk Golan menyatakan, mereka merasa terhormat dengan identitas nasional mereka di Tanah Air, yaitu Suriah dan kewarganegaraan Suriah. Mereka secara lantang menolak kewarganegaraan Israel.

Selain mengirimkan salam kepada Presiden Bashar Assad, Tentara, dan rakyat Suriah, penduduk Golan menyatakan mereka menanti saat ketika kawasan itu dibebaskan dan kembali ke pangkuan Suriah.

Golan adalah bagian dari Provinsi Qunaitera, Suriah. Dalam Perang 6 Hari tahun 1967, Israel menduduki sebagian besar kawasan ini. Pada 14 Desember 1981, Rezim Zionis memasukkan Golan sebagai bagian dari teritorinya. Tindakan ini tidak pernah mendapat pengakuan dari masyarakat internasional. (af/fars)

Baca Juga:

‘Kesejahteraan sebagai Imbalan Normalisasi’, Proyek yang Gagal Total di Suriah

Iran Sampaikan Peringatan Soal Kunjungan PM Israel ke UEA

DISKUSI: