Penasihat Assad: AS Halang-halangi Rekonstruksi Suriah

0
123

Damaskus,LiputanIslam.com-Penasihat media Bashar Assad menyatakan, Damaskus dengan bantuan sekutunya, terutama Iran dan Rusia, akan melawan tekanan ekonomi dan politik AS.

“UU Kaisar adalah sebuah aturan kriminal dan bagian dari rangkaian tekanan AS terhadap Suriah, yang telah dihadapi Damaskus sejak 2011,”kata Bouthaina Shaaban kepada al-Mayadeen, Rabu (25/12).

Menurut Shaaban, aturan ini bukan hal baru bagi Damaskus, dan hanya merupakan bagian dari perang urat saraf atas rakyat Suriah.

UU Kaisar, yang bertujuan untuk menjatuhkan sanksi maksimum atas Damaskus, merupakan penghalang besar bagi proses rekonstruksi Suriah.

“AS menyangka bisa menundukkan Suriah dengan tekanan maksimum. Namun Damaskus sudah terbiasa dengan tantangan. Sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pabrik obat-obatan di Suriah meningkat beberapa kali lipat (guna melawan sanksi AS dan Uni Eropa),”jelas Shaaban.

Dia juga membantah dampak UU Kaisar atas lemahnya mata uang lira Suriah di hadapan dolar AS. Shaaban menegaskan,”Suriah berusaha mewujudkan swasembada di segala bidang. UU ini tak akan memengaruhi ekonomi negara kita.”

Penasihat Assad ini menuturkan, UU Kaisar dan kebijakan tekanan maksimum AS atas Iran berkaitan dengan sejumlah peristiwa di Irak dan Lebanon.

Menurutnya, Adel Abdulmahdi (mantan PM Irak) tersingkir dari pemerintahan Irak karena ia tak mau bergantung kepada AS, sehingga memicu amarah Washington.

“Dia menandatangani sejumlah kesepakatan dengan Tiongkok, membuka kembali jalur perlintasan Bukamal di perbatasan Suriah, dan menentang Deal of the Century. Itulah yang membuat dia dimusuhi Washington,”tandas Shaaban.

“Apa yang terjadi di Lebanon akan berdampak pada Suriah, begitu pula sebaliknya. Krisis ekonomi Lebanon akan memengaruhi Suriah,”pungkasnya. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Hamas Serukan Pemilu di Yerusalem Tanpa Intervensi Israel

Analis Israel Salahkan Netanyahu atas Kegagalan Menggulingkan Assad

 

DISKUSI: