Pemimpin Ansharullah: Poros AS-Zionis-Saudi Berupaya Jadikan Iran sebagai Musuh Islam

0
273

Sanaa,LiputanIslam.com-Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik Badrudin al-Houthi dalam pidatonya di Hari Syahid menyatakan,”Mengenang syuhada adalah satu tahap yang di situ kita memperbarui tekad. Kita menghidupkan kenangan syuhada untuk mempelajari pelajaran-pelajaran mendidik dari mereka.”

“Di hari peringatan syahadah para Panglima Kemenangan (Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis), kita mengingat tanggung jawab masyarakat dan pemerintah terhadap keluarga syuhada,”imbuhnya.

Al-Houthi menegaskan, butuh kesiapan untuk berkorban agar kita bisa terbebas dari kekuasaan orang-orang taghut. Ia berkata,”Ketika kita mengalami kesulitan saat menghadapi orang-orang zalim, mereka akan bergerak untuk membinasakan kita. Sebab itu, kita harus selalu siap sepenuhnya untuk berkorban.”

Ia menegaskan, musuh-musuh berusaha memecah belah Umat Islam dan memperbudak mereka.

“Pembebasan Jalur Gaza di Palestina dan kemenangan Hizbullah di Lebanon adalah contoh keberhasilan jihad dan syahadah,”kata al-Houthi.

“Revolusi Islam di Iran adalah pengalaman yang membuktikan manfaat pengorbanan, dan hasilnya adalah terbebasnya Iran dari cengkeraman AS dan Shah.”

“Semua upaya untuk mengubah ujung tombak permusuhan kepada Dunia Islam dan mengarahkannya kepada Iran dan Poros Perlawanan merupakan usaha untuk menjauhkan Umat Islam dari perang terhadap musuh-musuh utamanya. AS dan Zionis adalah pihak-pihak yang pertama kali bicara soal bahaya Iran, sebelum pernyataan soal ini kerap diulang-ulang oleh Saudi dan UEA,”paparnya. (af/alalam)

Baca Juga:

IRGC: Rudal di Libanon dan Gaza adalah Bantuan Iran untuk Front Terdepan Anti-Israel

Sekjen Hizbullah: Situasi Timteng Genting pada Haul Jenderal Qassem Soleimani

DISKUSI: