Sumber: Presstv

Oleh: Myles Hoenig

LiputanIslam.com—Penjelasan sederhana terkait alasan dibatalkannya rapat tentang pembunuhan Jenderal Soleimani adalah karena Trump berada pada posisi yang tak menguntungkan.

Kejadian ini semakin memperjelas fakta bahwa pembunuhan Jenderal Soleimani tidak memiliki legitimasi hukum dan serangan balasan Iran justru membuat kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di Irak jadi semakin hancur, bahkan AS terancam diusir dari Irak.

Pentagon, Para Pejabat AS, serta awak media mencoba untuk memelintir informasi tentang pembunuhan Soleimani agar langkah keji yang dilakukan AS mendapat dukungan publik. Namun, lagi-lagi publik justru melihat kenyataan bahwa AS telah melanggar hukum dan upaya pengalihan opini publik berujung pada kegagalan. Pembunuhan Jenderal Soleimani hanya akan menghancurkan kredibilitas Donald Trump dan kurangnya kualitas intelijen AS.

Ada segudang bukti yang menunjukkan bahwa klaim pembunuhan 600 anggota militer AS oleh Soleimani hanyalah karangan militer AS.

Memang sangat menyakitkan bila AS terpaksa harus meninggalkan Irak. Apakah itu akan terjadi atau tidak, kita tidak bisa menjawabnya sekarang. Tapi, penolakan departemen kenegaraan dan pertahanan AS terhadap resolusi parlemen Irak akan menggema di seantero dunia, khususnya di Timur Tengah. Setidaknya, banyak negara yang akan menilai hubungan mereka dengan AS berdasarkan kejadian di Irak.

Baca: Penasehat Pemimpin Besar Iran Ungkap Sebab Mengapa AS Tak Balas Rudal Iran

Kini aroma serangan balasan atas pembunuhan Soleimani mulai tercium oleh kongres. Bahkan, kubu Republik mulai mempertanyakan keacuhan kongres terhadap tindakan Gedung Putih (Trump). Muncul dugaan jika Trump telah menyalahgunakan wewenangnya yang mungkin akan berujung pada pelengseran. Waktu akan menunjukkan bagaimana perjalanan kasus ini. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*