Parlemen Irak Akui Ada Tekanan untuk Tidak Impor Senjata dari Negara Selain AS

0
89

Sumber foto: Presstv

Baghdad,LiputanIslam.com—Seorang anggota parlemen Irak di komite keamanan dan pertahanan mengakui adanya tekanan dari perusahaan senjata AS dan Israel untuk tidak membahas pengadaan senjata canggih dengan negara lain dan hanya menandatangani kontrak dengan mereka.

“Ada perusahaan dan pedagang yang berusaha mencegah Irak menandatangani kontrak pembelian senjata dengan negara-negara maju,” ucap Badr al-Ziyadi, seperti dikutip Presstv pada Rabu (18/3) kemarin.

Ia menyebut, perusahaan-perusahaan yang dimaksud memiliki hubungan yang erat dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

BacaRouhani Pastikan Balasan Iran atas Darah Jenderal Soleimani Belum Selesai

Pada 20 Januari lalu, Ziyadi mengatakan pemerintah baghdad berencana untuk mengirim delegasi ke Rusia, Cina, dan Ukraina untuk melakukan negosiasi ihwal pembelian sistem pertahanan udara canggih guna melindungi kedaulatan wilayah Irak.

Ziyadi mengakui, saat ini parlemen Irak sedang membentuk delegasi eksekutif dan legislatif bersama untuk melakukan kunjungan ke negara-negara maju.

Sistem pembelian akan dilakukan dengan cara barter, antara minyak dan senjata.

“Banyak negara telah mengindikasikan kesiapan mereka untuk mengirim senjata modern ke Irak dengan imbalan minyak. Ini cara terbaik untuk memastikan proses pembelian tak dikorupsi oleh oknum-oknum tertentu,” ucap Ziyadi. (fd/Presstv)

DISKUSI: