Pabrik Garmen di Gaza Mulai Beralih Produksi Masker

0
672

Sumber foto: Al-Jazeera

Gaza,LiputanIslam.com—Pabrik garmen Unipal di Jalur Gaza yang diblokade oleh rezim Israel masih belum bisa beroperasi secara penuh selama lebih dari satu dekade.

Namun menurut laporan Al-Jazeera pada Minggu (5/4) kemarin, ratusan pekerja mulai membungkuk di mesin jahit untuk membuat masker medis dan baju bedah.

Pabrik yang awalnya memproduksi pakaian ini merubah orientasinya dan mulai membuat barang-barang medis yang diperlukan untuk menghadapi penyebaran wabah Corona.

Jalur Gaza adalah wilayah pinggiran pantai dengan penduduk padat yang dikepung oleh Mesir dan Israel. Wilayah ini telah menjadi target blokade kedua negara itu sejak 2007 lalu.

Sampai saat ini, telah ada 12 laporan korban terinfeksi virus di Jalur Gaza. Mayoritas korban adalah mereka yang baru saja kembali ke Gaza.
Kementerian kesehatan di Gaza menyebut mereka yang terinfeksi telah dikarantina sesaat setelah tiba dari Mesir.

Para ahli telah memperingatkan bahwa wabah Corona bisa menjadi bencana mengerikan di Gaza, mengingat minimnya pasokan medis dan kapasitas rumah sakit yang kurang memadai.

Baca juga: Hamas: Israel Bertanggungjawab atas Dampak Wabah Corona di Gaza

Pabrik garmen, Unipal, mulai tutup sejak diberlakukannya blokade Israel pada 2007. Pabrik ini mulai dibuka pada 2015, ketika rezim Israel melonggarkan larangan ekspor pakaian dari Gaza. Pemilik pabrik, Bashir al-Bawab, mengatakan,” sejak saat itu, pesanan pakaian mulai terbatas dan tidak stabil, dengan jumlah pekerja kurang dari 100 orang.

Sejak pertengahan Maret lalu, pabrik ini mulai mengubah produksi pakaian menjadi alat pelindung medis, dan mempekerjakan 400 orang tambahan untuk bekerja secara bergantian dengan shift 12 jam.

AL-Bawab menyebut, pabrik saat ini mulai memasok perlengkapan medis ke apotek dan fasilitas kesehatan swasta di Gaza. Namun, sebagian besar pesanannya datang dari Israel dan wilayah kependudukan Tepi Barat. (fd/Al-Jazeera)

DISKUSI: