Nasib Yaman Tidak Bisa Ditentukan Kecuali di Dalam Negeri

0
125

Sanaa,LiputanIslam.com- Jubir Ansharullah, Muhammad Abdussalam mengomentari dilangsungkannya pertemuan Riyadh yang berdalih untuk mengatasi krisis Yaman.

“Masa kini dan mendatang Yaman ditentukan di dalam negeri. Segala bentuk upaya di luar perbatasan Yaman sama saja dengan sandiwara komedi dan permainan hiburan yang dilakukan negara-negara agresor,”kata Abdussalam.

Menurutnya, perdamaian dapat terwujud melalui penghentian agresi, pencabutan blokade, dan kepergian pasukan asing dari Yaman. Tanpa hal ini, tegasnya, tindakan apa pun ibarat omong kosong untuk menata barisan para antek dan menggunakan mereka untuk meningkatkan ketegangan di Yaman.

Abdussalam mengatakan, rakyat Yaman tak acuh dengan segala tindakan ilegal di luar Yaman yang dilakukan pihak-pihak yang tidak punya legitimasi.

Presiden tersingkir Yaman, Abdurabbih Mansour Hadi pada Kamis kemarin mengundurkan diri dan membebastugaskan wakilnya, Ali Muhsin al-Ahmar. Dia juga menyerahkan wewenangnya dan al-Ahmar kepada lembaga yang disebut Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman.

Dewan Kepemimpinan Presiden itu diketuai Rashad al-Alimi dan beranggotakan 7 orang lain dari berbagai partai dan sayap politik Yaman.

Menanggapi kabar ini, anggota Kantor Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti mengatakan,”Pembentukan Dewan Kepemimpinan Presiden telah mengejutkan semua orang. Rashad al-Alimi dipilih sebagai ketua Dewan ini lantaran dia adalah orang pro-AS.”

“Hanya al-Alimi-lah orang yang tidak malu mengesahkan sebuah pasal yang mengizinkan kehadiran AS di Yaman. Sehari sebelum agresi, kami di ambang pengambilan langkah ini (pembentukan Dewan). Namun kenapa sekarang mereka membentuknya dengan wewenang AS dan Saudi?”kata al-Bukhayti.

Pertemuan Riyadh dimulai sejak hari Rabu lalu. Sebelum pemakzulan Hadi, para pakar menyatakan bahwa pertemuan ini menandakan “krisis kepercayaan” antara Riyadh dan Hadi. Sebab, Saudi mengundang lebih dari 600 orang dari kelompok-kelompok pro-Riyadh untuk menghadiri perundingan, namun tidak mengundang Hadi dan al-Ahmar, padahal mereka berada di Riyadh.

Saudi juga tidak mengundang semua atasan militer, suku, atau petinggi politik yang mengkritik kebijakan Koalisi Saudi di Yaman. Riyadh hanya mengundang pihak-pihak yang paling loyal kepada Saudi.(af/fars)

Baca Juga:

Ditekan Saudi, Presiden Pelarian Yaman Mansour Hadi Letakkan Jabatan

Pengamat AS Pastikan Warga Sipil Bucha Dibantai oleh Tentara Ukraina Sendiri

DISKUSI: