Mulai Gunakan Drone, Poros Resistansi Irak Bikin AS Cemas

0
346

Baghdad,LiputanIslam.com-Kelompok-kelompok perlawanan di Irak mulai menggunakan drone agar tidak terlacak oleh sistem pertahanan yang dipasang di sekitar pangkalan militer dan pusat diplomatik. Hal ini tak pelak memicu kekhawatiran Tentara AS.

Menurut Washington Post, al-Hashd al-Shaabi kadang kala menggunakan drone, alih-alih menembakkan roket. Drone-drone itu terbang di ketinggian rendah sehingga sistem pertahanan tidak bisa melacaknya.

Seorang pejabat AS di Koalisi Internasional Anti-ISIS mengungkapkan, hal ini menjadi “kekhawatiran terbesar” Koalisi di Irak.

Sejumlah sumber mengatakan kepada Washington Post, sebuah hanggar pesawat di dalam komplek bandara di utara Arbil telah menjadi sasaran serangan drone. Petinggi Koalisi mengatakan, jalur penerbangan drone ini bisa dilacak hingga radius 10 km dari situs yang menjadi target serangan. Namun jejaknya hilang saat drone itu memasuki kalur penerbangan sipil.

Menurut statemen para pejabat militer Barat  kepada media AS ini, meski tidak ada korban dalam serangan ini, namun muncul diskusi seru soal cara menghadapi insiden tersebut. Para petinggi AS, termasuk Koordinator Urusan Timteng dan Utara Afrika di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Brett McGurk, menuntut untuk mengkaji secara serius tanggapan militer terhadap insiden ini. Namun Pemerintah AS batal mengambil tindakan militer.

Sebuah serangan drone serupa juga terjadi atas pangkalan Ayn al-Asad pada bulan Mei lalu. Serangan itu juga memicu pembahasan serupa di tengah para komandan militer Koalisi terkait perubahan taktik kelompok-kelompok perlawanan. (af/fars)

Baca Juga:

Sinwar Bicara Soal Angka Misterius “1111”, Apa Artinya?

Israel Ledakkan Pos Pantau Tentara Suriah di Golan

DISKUSI: