Mufti Lebanon Sebut Kerusuhan di Beirut Nodai Gerakan Rakyat

0
93

Mufti Lebanon, Sheikh Abd Al-Latif. Sumber: Al-Alam

Beirut,LiputanIslam.com—Mufti besar di Lebanon, Sheikh Abd al-Latif, menggambarkan serangan para perusuh terhadap properti pribadi, umum, dan pertokoan di pasar-pasar pusat Beirut bertentangan dengan semangat moral gerakan rakyat.

” Apa yang terjadi di jalanan kota Beirut merupakan penghinaan terhadap gerakan rakyat dan tuntutannya yang sah,” ucapnya pada Kamis, seperti dikutip dari portal berita berbahasa Arab, Al-Alam.

Ia meminta aparat keamanan pemerintah untuk lebih meningkatkan keamanan terhadap rakyat Lebanon.

Baca: PM Diab: Kita Harus Bekerja Siang-Malam untuk Atasi Krisis

Selama dua bulan terakhir Lebanon telah dilanda krisis ekonomi dan politik yang berdampak pada mundurnya Perdana Menteri (PM) Sa’ad Hariri dan dipilihnya PM baru Lebanon, Hassan Diab.

Pembentukan kabinet baru pemerintahan PM Hassan Diab telah diresmikan pada Selasa (21/1) malam. Kabinet baru Lebanon ini terdiri dari 20 menteri.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan, kabinet baru ini terdiri dari jajaran teknokrat, sesuai dengan tuntutan para pedemo. “Ini adalah sebuah pemerintahan yang sesuai dengan aspirasi demonstran,” ucap Diab, dilansir dari AFP.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan berjuang memenuhi tuntutan pengunjuk rasa mengenai sistem peradilan independen, pengembalian uang negara yang telah digelapkan dan juga perang melawan korupsi.

Dari 20 menteri baru di Lebanon, terdapat enam wanita. Salah satu dari mereka, Zeina Akar, menjadi menteri pertahanan wanita pertama di Lebanon. Kabinet baru Lebanon dijadwalkan menggelar pertemuan perdana pada Rabu ini.

Jabatan Menteri Luar Negeri Lebanon, yang sebelumnya dipegang anak menantu presiden, diserahkan kepada diplomat ternama Nassif Hitti.

Kabinet baru Lebanon diisi banyak tokoh baru, mayoritas dari mereka adalah akademisi dan mantan penasihat. (Fd/Al-Alam/AFP)

DISKUSI: