Mengenal Riwayat Singkat Sultan Qaboos-Oman

0
145

Sumber: Al alam

Muskat,LiputanIslam.com—Media resmi kesultanan Oman secara resmi mengumumkan wafatnya sultan Qaboos bin Sa’id pada Jum’at (10/1) malam kemarin.

Kesultanan Oman memutuskan untuk berkabung selama tiga hari dan menghentikan seluruh aktivitas di sektor publik dan swasta, serta mengibarkan bendera setengah tiang selama 40 hari.

Riwayat Singkat

Sultan Qaboos (alm), bernama lengkap Qaboos bin Said bin Taymur bin Faisal bin Turki bin Saeed bin Sultan bin Ahmed bin Saeed al-Bou Saidi. Ia lahir pada 18 November 1940. Ia adalah putra tunggal Sultan Saeed bin Taimur bin Faisal Al Saeed.

Sultan Qaboos kecil mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Kota Salalah pada 1958. Sang ayah sempat mengirim Qaboos ke Inggris untuk meneruskan pendidikan. Sempat bergabung di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Inggris. Dia menghabiskan 2 tahun waktunya di akademi ini untuk mengasah kemampuan militer dan berhasil lulus dengan pangkat Letnan dua.

Qaboos muda juga dikabarkan pernah bergabung dengan operasi militer di Jerman selama enam bulan.

Baca: Tak Dikaruniai Keturunan, Sultan Qaboos Tunjuk Lima Orang Sebelum Wafat

Setelah itu, Qaboos kembali ke Inggris untuk melanjutkan pelatihan menajemen pemerintahan. Ia juga sempat mengikuti kursus singkat selama enam bulan di bidang administrasi dan manajemen negara.

Setelah itu, Qaboos melakukan tur keliling dunia selama tiga bulan dan kembali ke kota Salalah pada 1964.

Enam tahun setelah kembali ke Salalah, Qaboos mulai mendalami ilmu-ilmu agama, dan segala hal yang berhubungan dengan sejarah serta Kesultanan Oman.

Sultan Qaboos mengambil alih kendali Kesultanan Oman pada 23 Juli 1970 setelah kudeta putih terhadap ayahnya Sultan Saeed bin Taimur.

Qaboos adalah penguasa yang paling lama memerintah di antara para pemimpin dunia Arab dan nomor tiga di dunia. Ia telah memerintah Kesultanan Oman sejak kudeta putih terhadap ayahnya pada 1970.

Sultan Qaboos wafat tanpa meninggalkan keturunan dan saudara. Menurut undang-undang kesultanan Oman, setelah sultan wafat, maka anggota kerajaan diberikan waktu selama tiga hari untuk memilih penerus kesultanan. Jika keluarga kerajaan tak sanggup memenuhi tuntutan tersebut, maka para anggota dewan akan mengumumkan nama sultan berikutnya yang telah ditulis oleh Sultan Qaboos semasa hidupnya. (Fd/Al-Alam)

DISKUSI: