Macron Larang Mubalig Asing Memasuki Prancis

0
15

Paris,LiputanIslam.com-Jaringan televisi France 24 melaporkan, Emmanuel Macron berencana menghentikan program yang membolehkan negara-negara asing mengirim mubalig ke Prancis tanpa pengawasan Paris.

Macron mengaku,, tujuan keputusan tersebut adalah membendung bahaya “separatisme” di Prancis.

“Masalahnya adalah, saat agama dibicarakan, sebagian pihak ingn memisahkan diri dari republik dan mengabaikan undang-undang,”ujar Macron.

Presiden Prancis mengatakan, anggaran dan masalah finansial terkait masjid-masjid harus transparan. Macron berpendapat, para mubalig harus dididik di Prancis dan menghormati hukum serta norma negara tersebut. Dengan syarat ini, kaum Muslim bisa beraktivitas di Prancis dengan leluasa.

Ia menegaskan, dirinya berniat mengakhiri program yang dibuat pada 1977 lalu. Program ini membolehkan 9 negara asing mengirim para mubalig ke Prancis untuk mengajar.

Aljazair, Tunisia, Maroko, dan Turki adalah sebagian dari negara-negara yang terlibat dalam program tersebut. Tiap tahun sekitar 300 mubalig dikirim dari negara-negara ini ke Prancis. Macron menegaskan, para mubalig yang memasuki Prancis pada 2020 adalah rombongan terakhir dalam program ini.

Macron menyebut Turki sebagai satu-satunya negara yang melawan aturan aktivitas keagamaan di Prancis. Ia menegaskan,”Kami tak akan membiarkan aturan Turki dijalankan di wilayah Prancis.”

Macron mengaku, ia telah menyarankan Dewan Muslim Prancis untuk mendidik mubalig di dalam Prancis saja. Tujuannya adalah menghilangkan ketergantuan kepada mubalig dari negara-negara asing. (af/alalam)

Baca Juga:

Kontradiksi Soal Teror Soleimani Menyeret Pompeo ke Kongres

Dilarang Boikot Israel, Journalis Ini Gugat Pemerintah Georgia

DISKUSI:
SHARE THIS: