Lembaga Intelijen AS Akui Tak Ada Bukti Iran dan China Intervensi Pilpres 2020

0
122

Washington,LiputanIslam.com-Seiring kian dekatnya Pilpres AS, Sekretaris Homeland Security, Chad Wolf, mengatakan kepada para senator AS bahwa negara ini menghadapi ancaman intervensi Rusia, China, dan Iran.

Meski demikian, Wolf mengakui bahwa saat ini, tidak ada bukti atau informasi yang membuktikan bahwa Iran dan China telah melakukan serangan untuk mengintervensi Pilpres.

Wolf mengklaim, Rusia berupaya mendiskreditkan Joe Biden, kandidat presiden dari Demokrat dan mantan wapres AS. Sebelum ini, seorang petinggi FBI, Chris Wray, mengumumkan bahwa Rusia masih berperan aktif dalam mengintervensi pemilu dan menjatuhkan Biden.

Beberapa pekan lalu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa tuduhan kepada Rusia perihal intervensi di Pilpres AS sudah ada sejak lama.

“Mereka bahkan membuat permainan siapa yang paling banyak melakukan intervensi: Rusia, China, atau Iran? Baru-baru ini Jubir Badan Intelijen AS ditanya soal ini. Dia berpikir sejenak dan menjawab,’China lebih banyak melakukan campur tangan daripada Rusia dan Iran,’”kata Lavrov.

“Permainan untuk orang dewasa ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu, sehingga membuat kami kebingungan, meski kadang memaksa kami untuk terheran-heran. Yang saya maksud adalah klaim terbaru AS, bahwa Rusia berusaha menggunakan pemungutan suara lewat pos demi keuntungan salah satu kandidat,”lanjutnya. (af/alalam/irna)

Baca Juga:

Aksi Nekat Pemerintahan Trump terhadap Iran Menjelang Pilpres AS

Pemberi Informasi Intervensi Asing di Pilpres AS akan Diganjar Hadiah, Rusia: Lucu!

DISKUSI: